Hari ini, BI tentukan suku bunga acuan
Selasa, 12 Februari 2013 - 11:01 WIB
Hari ini, BI tentukan suku bunga acuan
A
A
A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) hari ini, Selasa, (12/2/2013), dijadwalkan menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) dengan agenda penetapan suku bunga acuan (BI Rate). Seperti diketahui, pada bulan Januari 2013, BI rate ditahan di angka 5,75 persen.
Berdasarkan data yang ada di situs resmi BI, angka BI rate selama 11 bulan tertahan di angka 5,75. Jika BI rate pada bulan ini kembali tertahan di angka 5,75 persen, berarti angka suku bunga acuan ini mencatatkan sejarah sebagai suku bunga acuan yang tidak berubah selama setahun.
Gubernur BI, Darmin Nasution sebelumnya mengatakan, tingkat suku bunga tersebut dinilai masih konsisten dengan sasaran inflasi tahun 2013 dan 2014, sebesar 4,5 persen ± 1 persen. Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tahun 2012 dan prospek tahun 2013-2014 menunjukkan perekonomian Indonesia tumbuh cukup tinggi dengan inflasi yang tetap terkendali dan rendah.
Kinerja tersebut tidak terlepas dari berbagai kebijakan yang ditempuh BI dan pemerintah untuk menjaga stabilitas makro dan momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah perlambatan ekonomi dunia.
"Fokus kebijakan Bank Indonesia saat ini diarahkan untuk mengelola keseimbangan eksternal dan stabilitas nilai tukar rupiah sesuai kondisi fundamentalnya," ujar Darmin beberapa waktu lalu.
Berdasarkan data yang ada di situs resmi BI, angka BI rate selama 11 bulan tertahan di angka 5,75. Jika BI rate pada bulan ini kembali tertahan di angka 5,75 persen, berarti angka suku bunga acuan ini mencatatkan sejarah sebagai suku bunga acuan yang tidak berubah selama setahun.
Gubernur BI, Darmin Nasution sebelumnya mengatakan, tingkat suku bunga tersebut dinilai masih konsisten dengan sasaran inflasi tahun 2013 dan 2014, sebesar 4,5 persen ± 1 persen. Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tahun 2012 dan prospek tahun 2013-2014 menunjukkan perekonomian Indonesia tumbuh cukup tinggi dengan inflasi yang tetap terkendali dan rendah.
Kinerja tersebut tidak terlepas dari berbagai kebijakan yang ditempuh BI dan pemerintah untuk menjaga stabilitas makro dan momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah perlambatan ekonomi dunia.
"Fokus kebijakan Bank Indonesia saat ini diarahkan untuk mengelola keseimbangan eksternal dan stabilitas nilai tukar rupiah sesuai kondisi fundamentalnya," ujar Darmin beberapa waktu lalu.
(gpr)