Pasar asuransi Jabar diprediksi tumbuh 20%

Selasa, 12 Februari 2013 - 17:02 WIB
Pasar asuransi Jabar...
Pasar asuransi Jabar diprediksi tumbuh 20%
A A A
Sindonews.com - Market asuransi di Jawa Barat diperkirakan tumbuh sekitar 10-20 persen sejalan dengan pertumbuhan kepemilikan kendaraan bermotor dan perumahan.

Ketua Asuransi Umum Indonesia (AUI) Bandung, Syahrial mengatakan, pangsa pasar asuransi di Jawa Barat masih terbuka lebar. Terutama asuransi kendaraan bemotor dan asuransi perumahan. Pertumbuhan pangsa pasar asuransi, sejalan dengan kenaikan pembelian kendaraan bermotor dan perumahan di kawasan ini.

“Tahun ini, nasabah asuransi diperkirakan tumbuh sekitar 10-20 persen. Lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan nasabah asuransi setiap tahunnya,” jelas Syahrial di Bandung, Selasa (12/2/2013).

Diakui dia, pertumbuhan asuransi di Jawa Barat setiap tahunnya pada kisaran 10 persen. Masuknya sejumlah perusahaan asuransi ke Jawa Barat diperkirakan memperbesar penetrasi asuransi kepada masyarakat Jabar.

Dijelaskan Syahrial, pertumbuhan asuransi di Jawa Barat masih disokong kawasan Bandung Raya. Padahal, pangsa pasar asuransi sangat mungkin berkembang ke daerah lainnya, seperti Tasikmalaya dan Cirebon. Perusahaan asuransi bisa menggarap produk asuransi yang sesuai dengan kondisi di kawasan tersebut.

Lebih lanjut Syahrial menjelaskan, pertumbuhan nasabah asuransi masih didorong oleh pemegang kendaraan bermotor berupa asuransi kerugian dan kecelakaan. Pertumbuhan kendaraan bermotor roda dua dan roda empat, mendongkrak pertumbuhan asuransi. Hal itu dikarenakan sejumlah perusahaan asuransi menjalin kerjasama dengan dengan dealer atau distributor mobil dan motor.

Selain asuransi kendaraan bermotor, asuransi nasabah asuransi perumahan atau properti juga cukup tinggi. Sejumlah pengembang, lanjut Syahrial, menjaminkan propertinya pada asuransi kebakaran, gempa bumi, perampokan, atau lainnya.

Dari total nasabah asuransi properti, sekitar 70 persennya merupakan asuransi kebakaran. Sementara sisanya asuransi perampokan, kebanjiran, dan gempa bumi. “Kami pun menjamin kerjasama dengan pengembang. Dimana, setiap pembelian rumah mendapat jaminan asuransi,” pungkas dia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pandemi Covid-19 Mempengaruhi...
Pandemi Covid-19 Mempengaruhi Cara Masyarakat Dalam Memenuhi Kebutuhan Proteksi Diri
Daftar Rumah Sakit di...
Daftar Rumah Sakit di Jakarta yang Tidak Menerima BPJS Kesehatan
OJK Harus Tingkatkan...
OJK Harus Tingkatkan Regulasi untuk Menangani Kasus Gagal Bayar Asuransi Jiwa
Meneropong Potensi Besar...
Meneropong Potensi Besar Pasar Penjualan Asuransi Kecelakaan
Apa Pentingnya Punya...
Apa Pentingnya Punya Asuransi Kendaraan Ketika Mudik Lebaran?
BRINS Hadirkan Greensurance,...
BRINS Hadirkan Greensurance, Inovasi Terbaru Asuransi Ramah Lingkungan
Berita Terkini
MSIG Life Kolaborasi...
MSIG Life Kolaborasi dengan Bank Sinarmas Meluncurkan Smile Critical Prime
22 menit yang lalu
Takeda Investasi Rp542...
Takeda Investasi Rp542 Miliar Bangun Ekosistem Plasma di Indonesia
1 jam yang lalu
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
1 jam yang lalu
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
2 jam yang lalu
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
12 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
13 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved