Kinerja reksa dana pendapatan tetap paling susut

Kamis, 14 Februari 2013 - 13:52 WIB
Kinerja reksa dana pendapatan...
Kinerja reksa dana pendapatan tetap paling susut
A A A
Sindonews.com - Kinerja rata-rata reksa dana dari sisi imbal hasil (return) pada periode Januari tahun ini turun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Dibanding reksa dana lain, kinerja reksa dana pendapatan tetap paling susut.

Data PT Infovesta Utama menyebutkan, kinerja reksa dana pendapatan tetap per Januari 2013, tercatat 0,16 persen, sedangkan pada Januari tahun lalu mencapai 2,37 persen.

Untuk kinerja reksa dana saham tercatat memberikan return 2,8 persen, turun dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 2,98 persen. Sementara kinerja reksa dana campuran senilai 1,89 persen, di bawah Januari tahun lalu sebesar 2,67 persen.

"Perbedaan kinerja reksa dana ini, paling terlihat pada reksa dana pendapatan tetap, dimana kinerjanya per Januari 2013 jauh lebih rendah dibanding dengan Januari 2012," kata analis riset PT Infovesta Utama, Vilia Wati kepada Sindonews, Kamis (14/2/2013).

Vilia menjelaskan, melemahnya kinerja reksa dana pendapatan tetap per Januari 2013 diperkirakan karena terseret lesunya rata-rata kinerja reksa dana pendapatan tetap yang berbasis obligasi pemerintah (SUN).

Kinerja obligasi pemerintah, tercatat menurun tipis 0,07 dibanding Desember 2012. Namun, jika dibanding Januari 2012, terjadi penurunan sangat signifikan lantaran pada saat itu, kinerja obligasi pemerintah yang tercermin dalam Infovesta Government Bond Index (IGBI) tercatat sebesar 3,59 persen.

Sementara kinerja obligasi korporasi meski tidak terlalu jauh berbeda dengan periode yang sama tahun lalu, namun juga mengalami penurunan tipis. Pada Januari 2013, return obligasi korporasi tercatat 1,07 persen, sedangkan periode yang sama tahun lalu sebesar 1,13 persen.

Menurut Vilia, kinerja reksa dana dipengaruhi kinerja bursa saham maupun obligasi yang menjadi aset dasar (underlying asset) reksa dana bersangkutan. Pada awal tahun ini, sentimen yang mempengaruhi berasal dari dalam dan luar negeri.

Sentimen dari luar didominasi kabar dari Amerika Serikat (AS) terkait jurang fiskal, yang berakhir dengan disepakatinya kenaikan pajak hanya untuk kalangan atas dan penundaaan pemangkasan anggaran selama dua bulan.

"Selain itu, publikasi emiten S&P yang mayoritas melaporkan laba bersih dan pendapatan di atas ekspektasi turut mendongkrak kinerja bursa saham AS," ujar Vilia.

Sentimen positif dari Asia, datang dari China yang berhasil pulih didorong sektor manufaktur. Indeks manufaktur negeri Tirai Bambu tersebut bertahan di atas level 50 selama tiga bulan berturut-turut. Per Desember 2012, manufaktur PMI China berada di level 50,6.

Sementara, sentimen dari dalam negeri, berupa banjirnya dana asing ke pasar saham maupun obligasi Indonesia, sehingga memberi imbas positif terhadap pasar modal domestik. Per Januari 2013, dana asing yang masuk ke bursa saham sebesar Rp4,98 triliun, sedangkan ke SUN mencapai Rp273,2 triliun.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mantan Bos Bursa Minta...
Mantan Bos Bursa Minta OJK Usut Tuntas Kasus Nasabah Minna Padi
Wujudkan Masyarakat...
Wujudkan Masyarakat Indonesia Merdeka Finansial, STAR Asset Management dan DANA Hadirkan Investasi Reksa Dana
Kolaborasi Perkuat Akses...
Kolaborasi Perkuat Akses Reksa Dana Global Syariah Berbasis USD
Distribusikan Reksadana...
Distribusikan Reksadana Pilihan, Principal Indonesia Gandeng Standard Chartered Indonesia
Kurang dari Tiga Tahun,...
Kurang dari Tiga Tahun, Jumlah Investor Reksa Dana Meningkat 39%
Kesalahan Investor Pemula...
Kesalahan Investor Pemula Saat Berinvestasi Reksa Dana
Berita Terkini
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
6 menit yang lalu
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
54 menit yang lalu
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
1 jam yang lalu
Danantara Pangkas Ribuan...
Danantara Pangkas Ribuan BUMN Jadi 200-300 Entitas, Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
1 jam yang lalu
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
1 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved