Pemerintah hanya pentingkan penerimaan negara

Selasa, 19 Februari 2013 - 17:47 WIB
Pemerintah hanya pentingkan...
Pemerintah hanya pentingkan penerimaan negara
A A A
Sindonews.com - Pengamat ekonomi dari Econit, Hendri Saparini menilai, keinginan pemerintah memungut cukai ponsel tidak memiliki alasan yang kuat, tujuannya pun tak jelas.

Bila cukai ponsel bertujuan untuk mendorong pembangunan industri ponsel di dalam negeri, lanjut Hendri, nyatanya saat ini pemerintah belum memiliki blueprint pembangunan industri ponsel di dalam negeri.

"Kenapa kita mesti kasih cukai? Misalnya industri seluler, tujuannya itu apa? Apakah ini tujuannya untuk pendapatan negara, ataukah ini ada kepentingan untuk sektor tadi (komunikasi). Kita blueprint untuk mengembangkan itu pun belum ada," kata Hendri usai Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Komisi VI di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (19/2/2013).

Menurut dia, rencana pemungutan cukai ponsel ini hanya sekedar usaha pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara. Tidak ada rancangan yang jelas mengenai kebijakan ini.

Selain itu, Hendri juga menyoroti kebijakan fiskal yang tidak pada tempatnya mengenai rencana pemungutan cukai ponsel ini. Seharusnya, kebijakan fiskal dibuat untuk membantu pembangunan ekonomi di dalam negeri, bukan hanya untuk penerimaan negara.

"Tidak salah kalau kita menganggap bahwa ini ad hoc saja, karena kemarin ada kesulitan pemerintah untuk memenuhi target penerimaan negara kemudian harus dicari dari sektor-sektor yang itu memiliki potensi besar untuk memberikan penerimaan negara. Ini kan salah," simpulnya.

Karena itu, pihaknya menolak rencana pemberlakuan cukai ponsel ini. "Kita harus kembalikan lagi fungsi fiskal itu pada tempatnya," tutup Hendri.

Sebelumnya diberitakan, terkait rencana Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberlakukan cukai untuk ponsel, Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan mempertanyakan kesiapan industri di dalam negeri untuk memproduksi ponsel.

Pasalnya, pemberlakuan cukai ponsel akan membuat harga ponsel yang diimpor dari luar negeri akan menjadi mahal dan akibatnya konsumen bakal dirugikan. Karena itu, terlebih dahulu perlu dipersiapkan industri ponsel dalam negeri yang bisa memproduksi ponsel berharga murah dan berkualitas.

"Kita harus ukur sejauh mana industri dalam negeri siap. Timing-nya harus diatur," ujar Gita, pekan lalu.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jika Tak Ada Halangan,...
Jika Tak Ada Halangan, Mahasiswa dapat Pulsa Gratis Akhir Bulan Ini
Cara Mudah Transfer...
Cara Mudah Transfer Pulsa ke Sesama Pengguna Indosat Ooredoo
Begini Cara Transfer...
Begini Cara Transfer Pulsa Telkomsel Lewat Aplikasi dan UMB
Cara Mudah dan Sederhana...
Cara Mudah dan Sederhana Cek Pulsa Kartu 3 Indonesia
Cara Hutang Pulsa Tri,...
Cara Hutang Pulsa Tri, Dijamin Nggak Akan Kehabisan Pulsa Lagi
Jadi Kebutuhan Primer,...
Jadi Kebutuhan Primer, Dana Klaim Sediakan Harga Pulsa Paling Murah
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
56 menit yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
1 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
11 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
12 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
12 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
12 jam yang lalu
Infografis
Tanpa Italia, Ini Daftar...
Tanpa Italia, Ini Daftar Lengkap 48 Negara Kontestan Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved