China paksa 2.000 perusahaan ikut asuransi polusi

Kamis, 21 Februari 2013 - 20:57 WIB
China paksa 2.000 perusahaan...
China paksa 2.000 perusahaan ikut asuransi polusi
A A A
Sindonews.com - China akan mewajibkan pelaku industri yang berkontribusi terhadap polusi mengikuti program asuransi. Skema asuransi diberlakukan menyusul pemberlakuan aturan baru yang bertujuan membersihkan lingkungan China yang terkenal kotor.

Kini, polusi telah menjadi perhatian utama pemerintah Partai Komunis, menyusul tekanan dan protes dari publik atas kerusakan lingkungan yang semakin parah. Kebijakan asuransi polusi diberlakukan sebagai kompensasi atas kerusakan lingkungan.

Dilansir Reuters, Kamis (21/2/2013), Kementerian Lingkungan Hidup dan Komisi Regulasi Asuransi China mengumumkan, perusahaan yang wajib berpartisipasi dalam skema asuransi adalah industri pertambangan, peleburan, produsen baterai, perusahaan kulit, dan pabrik-pabrik kimia.

Dana perlindungan lingkungan akan dialokasikan pemerintah untuk perusahaan yang mengikuti asuransi, dan mereka akan diberikan prioritas untuk mendapatkan pinjaman dari bank.

Perusahaan yang tidak mengikuti asuransi akan menghadapi penilaian negatif atas dampak lingkungan dan penurunan peringkat kredit, yang dapat menghambat perkembangan usaha mereka.

Program ini mencakup lebih dari 2.000 perusahaan di seluruh provinsi China dengan tanggungan sekitar 20 miliar yuan (USD3,21 miliar).

"Menggunakan alat asuransi, mendorong perusahaan meningkatkan manajemen risiko lingkungan dan mengurangi insiden kecelakaan akibat polusi," ujar pihak kementerian dalam pernyataannya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
1 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
3 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
3 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
4 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved