Harga elpiji 12 kg naik, negara berpotensi tambah rugi

Minggu, 24 Februari 2013 - 14:17 WIB
Harga elpiji 12 kg naik,...
Harga elpiji 12 kg naik, negara berpotensi tambah rugi
A A A
Sindonews.com - Institute of Development for Economic and Finance (Indef) meminta pemerintah untuk mempertimbangkan banyak konsekuensi yang mungkin timbul akibat kenaikan harga elpiji 12 kilogram (kg). Menurutnya, Pertamina terlalu tergesa-gesa ingin menaikkan harga elpiji 12 kg.

"Pemerintah harus berpikir komprehensif, enggak bisa satu persatu. Pasokannya juga harus diperbaiki. Saya rasa itu terlalu tergesa-gesa, perlu dipikirkan lebih cermat lagi," ujar Ekonom Indef Ahmad Erani Yustika usai acara Lustrum Universitas Brawijaya di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Sabtu (23/2/2013).

Hal utama yang disoroti Ahmad ialah kemungkinan terjadinya migrasi pengguna elpiji 12 kg ke elpiji 3 kg akibat kenaikan harga tersebut. "Itu banyak hal yang perlu dipersiapkan saya kira karena dengan disparitas harga yang terlalu besar akan menimbulkan masalah ini, orang akan migrasi ke (elpiji) 3 kg," tuturnya.

Bila hal ini sampai terjadi, subsidi elpiji 3 kg akan semakin membengkak. Bahkan, bukan tidak mungkin subsidi elpiji 3 kg akan bengkak hingga lebih dari Rp5 triliun.

Seperti diketahui, Pertamina mengaku akan rugi Rp5 triliun bila harga elpiji 12 kg tidak dinaikan. Artinya, kerugian negara bisa saja malah bertambah besar akibat kenaikan harga elpiji 12 kg. "Itu yang saya takutkan. Pasti subsidi akan membengkak," tandas dosen Universitas Brawijaya ini.

Sebelumnya diberitakan, PT Pertamina (Persero) akan melakukan penyesuaian harga elpiji 12 kg pada awal bulan Maret. Rencananya, kenaikannya sebesar Rp2.100 per kg, atau naik Rp25 ribu per tabung sehingga harga elpiji 12 kg menjadi Rp95 ribu per tabung.

Pertamina mengaku terus mengalami kerugian dari pejualan gas 3 Kg. Tahun 2012 saja Pertamina memprediksi mengalami kerugian sebesar Rp5 triliun dari produksi dan penyaluran elpiji 12 kg.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
1 jam yang lalu
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
2 jam yang lalu
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
2 jam yang lalu
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
3 jam yang lalu
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
4 jam yang lalu
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
14 jam yang lalu
Infografis
12 Negara yang Menolak...
12 Negara yang Menolak Ide Relokasi Warga Gaza oleh Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved