Indef tuding Mari Elka liberal, tak akan bela RI

Minggu, 24 Februari 2013 - 14:53 WIB
Indef tuding Mari Elka...
Indef tuding Mari Elka liberal, tak akan bela RI
A A A
Sindonews.com - Institute of Development for Economic and Finance (Indef) menyatakan, Mari Elka Pangestu, yang saat ini menjadi salah satu dari sembilan calon Direktur Jenderal World Trade Organisation (WTO), tidak akan memberikan manfaat apapun bagi Indonesia seandainya terpilih menjadi Dirjen WTO.

Indef menuding Mari Elka sebagai pendukung kebijakan ekonomi liberal, sehingga tidak akan memberikan warna baru di WTO, kepentingan Indonesia pun tetap tidak akan banyak terakomodasi. WTO akan tetap menjadi agen perdagangan bebas bila di bawah kepemimpinannya.

"Enggak ada (keuntungannya untuk Indonesia), dia orang liberal yang tentunya akan mendukung perdagangan bebas," singkat Ekonom Indef Ahmad Erani Yustika usai acara Lustrum Universitas Brawijaya di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Sabtu (23/2/2013).

Bertentangan dengan Indef, sebelumnya Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengaku bangga dengan pencalonan Mari Elka Pangestu, untuk menjadi Direktur Jenderal WTO.

"Ya jelas dong kita bangga banget, masak ada orang yang kita kenal jadi Dirjen WTO, bangga dong," ucap Bayu beberapa waktu lalu.

Bila Mari Elka Pangestu terpilih menjadi Dirjen WTO, tambah Bayu, kepentingan Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya bisa lebih terakomodasi.

"Dengan Bu Mari ada di sana, kita jauh lebih bisa memperjuangkan dan mengemukakan kepentingan kita, dan bukan hanya sekedar kepentingan Indonesia, tapi juga kepentingan negara Asia yang sudah naik kelas dari negara yang tadinya kategori developing sekarang sudah jadi negara middle class," ungkapnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha Bersama Pemerintah...
Pengusaha Bersama Pemerintah Siap Hadapi Uni Eropa dan WTO
Daftar Negara Berkembang...
Daftar Negara Berkembang di Dunia: China Termasuk?
Kandidat dari Saudi:...
Kandidat dari Saudi: Perbaiki WTO Butuh Manajemen dan Kepemimpinan
Perseteruan Indonesia...
Perseteruan Indonesia dengan Brasil Soal Daging Ayam Masuki Babak Baru
Diam-diam China dan...
Diam-diam China dan Australia Tarung di WTO, Geger Soal Tarif Impor Wine
Dibayangi Resesi, WTO...
Dibayangi Resesi, WTO Ungkap Faktor Pendorong Perdagangan Global
Berita Terkini
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
34 menit yang lalu
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
1 jam yang lalu
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
1 jam yang lalu
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
3 jam yang lalu
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
3 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
4 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved