Asita minta tiket pesawat diasuransikan

Senin, 25 Februari 2013 - 15:38 WIB
Asita minta tiket pesawat...
Asita minta tiket pesawat diasuransikan
A A A
Sindonews.com - Asosiasi Tour and Travel Indonesia (Asita) berharap adanya regulasi jaminan keamanan terhadap tiket pesawat. Kejadian pailitnya maskapai penerbangan, selalu merugikan agen tiket dan penumpang.

“Kami selaku agen dan penumpang yang selalu rugi, perlu ada jamian keamanan tiket,” jelas Ketua Asita DIY Edwin Ismedi Himna di yogyakarta, Senin (25/2/2013).

Menurutnya, keputusan pailit terhadap maspakai selalu menimbulkan dampak di tingkat agen. Agen tiket selama ini harus melakukan deposit terhadap tiket yang akan dibeli. Ketika terjadi kasus pailit, tidak pernah ada jaminan pengembalian deposit ini. Keberadaan kurator juga tidak banyak memberikan hasil terhadap pengembalian.

Di Yogyakarta, kasus pailit Batavia Air lalu, menyebabkan kerugian di tingkat agen hingga Rp1,5 miliar. Hal yang sama juga terjadi pada kasus Mandala Air dengan nominal yang hampir sama.

Jika kondisi ini terus terjadi, Agen juga akan menanggung risiko dan bangkrut. “Belum ada langkah dan regulasi perlindungan,” ujarnya.

Pemilik Trend Tour ini mengaku, untuk mengantisipasi kerugian, agen harus jeli melihat kondisi bisnis. Kesehatan setiap maskapai selalu dipantau dari informasi yang sealu berkembang. “Penumpang jangan beli jauh-jauh hari, karena kalau ada masalah juga rugi,” tegasnya.

Wakil Ketua Asita DIY, Ahmad Sugiyono menawarkan konsep jaminan keamanan dengan model asuransi. Setiap tiket yang terjual harus ada sebagian yang masuk dalam asuransi. Asuransi ini menjadi salah satu upaya untuk mengembalikan kepada penumpang dan agen yang rugi ketika ada masalah.

Sebagai alternatif lain, harga sebuah tiket juga bisa dinaikkan sedikit untuk premi asuransi. Kondisi seperti ini pasti bisa diterima oleh penumpang. Asalkan ketika ada masalah, uang tiket ini bisa kembali. “Agen yang selalu dikejar penumpang, padahal kita juga rugi. Asuransi tiket ini penting,” tandasnya.

Serbuan calon penumpang kepada agen, dirasakan sebagai hal wajar. Karena penumpang tidak banyak mengetahui system top up tiket oleh agen kepada maskapai. Model deposit yang dilakukan sendiri besarnya beragam, tergantung dari setiap maskapai.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Transportasi Udara sebagai...
Transportasi Udara sebagai Pendukung Ekspansi Jaringan Bisnis
Harga Tiket Pesawat...
Harga Tiket Pesawat Mahal, Warga Merasa Natuna Belum Merdeka
5 Harga Tiket Pesawat...
5 Harga Tiket Pesawat Termahal Rute Domestik di Indonesia Jelang Nataru 2023
Penurunan Harga Avtur...
Penurunan Harga Avtur Dinilai Tak Berpengaruh Besar ke Tarif Tiket Pesawat
Kemenhub Cari Momen...
Kemenhub Cari Momen Tepat Kerek Naik Tarif Transportasi, Sampai Jokowi Lengser?
Maskapai Dapat Lampu...
Maskapai Dapat Lampu Hijau Naikkan Harga Tiket Pesawat
Berita Terkini
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
7 jam yang lalu
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
7 jam yang lalu
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
7 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
8 jam yang lalu
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
8 jam yang lalu
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved