Mesir segera laporkan revisi rencana ekonomi
Selasa, 26 Februari 2013 - 19:17 WIB
Mesir segera laporkan revisi rencana ekonomi
A
A
A
Sindonews.com - Mesir akan melaporkan revisi rencana reformasi ekonomi ke parlemen dalam waktu dua hari, yang kemudian akan disampaikan kepada Dana Moneter Internasional (IMF).
"Segera setelah undang-undang dikirim ke parlemen, rencana ekonomi akan kami kirim (ke IMF)," kata Menteri Keuangan Mesir, Al-Mursi Hegazy, seperti dilansir Reuters, Selasa (26/2/2013).
Saat ditanya apakah Mesir akan mengundang delegasi IMF untuk melanjutkan pembicaraan tentang pinjaman USD4,8 miliar? Hegazy menjawab, "Saya kira dalam waktu 10 hari sampai dua minggu ke depan."
Dua tahun kekacauan politik sejak pemberontakan yang menggulingkan rezim Presiden Hosni Mubarak pada 2011, membuat ekonomi Mesir babak belur, yang mengusir investor asing dan wisatawan, sebagai sumber utama pemasukan negara untuk impor bahan bakar dan gandum.
Mesir berjuang dengan kondisi mata uang jatuh dan defisit anggaran. Program revisi ekonomi sangat penting untuk mengamankan pinjaman IMF guna menopang perekonomian 'Negeri Piramid' tersebut.
IMF dan Mesir telah menyetujui rencana pinjaman pada November 2012, tetapi pembicaraan terhenti akibat terjadi kerusuhan. Kemarin, Menteri Investasi Mesir, Osama Saleh menyatakan, akan membuka kembali pembicaraan dengan IMF bulan depan.
"Segera setelah undang-undang dikirim ke parlemen, rencana ekonomi akan kami kirim (ke IMF)," kata Menteri Keuangan Mesir, Al-Mursi Hegazy, seperti dilansir Reuters, Selasa (26/2/2013).
Saat ditanya apakah Mesir akan mengundang delegasi IMF untuk melanjutkan pembicaraan tentang pinjaman USD4,8 miliar? Hegazy menjawab, "Saya kira dalam waktu 10 hari sampai dua minggu ke depan."
Dua tahun kekacauan politik sejak pemberontakan yang menggulingkan rezim Presiden Hosni Mubarak pada 2011, membuat ekonomi Mesir babak belur, yang mengusir investor asing dan wisatawan, sebagai sumber utama pemasukan negara untuk impor bahan bakar dan gandum.
Mesir berjuang dengan kondisi mata uang jatuh dan defisit anggaran. Program revisi ekonomi sangat penting untuk mengamankan pinjaman IMF guna menopang perekonomian 'Negeri Piramid' tersebut.
IMF dan Mesir telah menyetujui rencana pinjaman pada November 2012, tetapi pembicaraan terhenti akibat terjadi kerusuhan. Kemarin, Menteri Investasi Mesir, Osama Saleh menyatakan, akan membuka kembali pembicaraan dengan IMF bulan depan.
(dmd)
Lihat Juga :