Pertasamtan Gas akan produksi 140.000 ton LPG tahun ini

Minggu, 03 Maret 2013 - 15:52 WIB
Pertasamtan Gas akan...
Pertasamtan Gas akan produksi 140.000 ton LPG tahun ini
A A A
Sindonews.com - PT Pertamina (Persero) melalui kilang NGL Sumatera Selatan yang dikelola Pertasamtan Gas, perusahaan patungan antara PT Pertamina Gas dan Samtan Co Ltd mulai memasok LPG untuk kebutuhan domestik dengan target produksi tahun ini sebesar 140.000 ton.

Lifting perdana LPG dari kilang NGL yang berlokasi di Sumatera Selatan tersebut dilakukan pada 6 Februari 2013, atau tepat dua bulan setelah Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meresmikan pengoperasiannya pada 6 Desember 2012 di atas KRI Makassar di Teluk Jakarta.

Saat ini, kilang masih dalam masa commissioning dan operational acceptance test dengan kapasitas produksi harian 30% dari kapasitas normal dan diharapkan dapat beroperasi komersial secara penuh pada 1 April 2013.

“Pertamina menargetkan produksi dari kilang NGL Sumatera Selatan bisa mencapai sekitar 140.000 ton tahun ini sehingga dapat memperkuat pasokan LPG nasional yang kebutuhannya terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan keberhasilan program konversi minyak tanah ke LPG 3kg. Keberadaan kilang NGL Sumatera Selatan ini sangat penting terutama di tengah kebutuhan LPG yang tinggi dan sebagian besarnya bersumber dari pasokan impor,” kata Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir dalam rilisnya di Jakarta, Minggu (3/3/2013).

Kilang NGL Sumatera Selatan dioperasikan oleh Pertasamtan Gas yang merupakan usaha patungan antara Pertamina Gas dan Samtan Co Ltd dengan komposisi kepemilikan saham 66% dan 34% dengan biaya investasi sekitar US$193 juta.

Dalam operasi komersial, kilang tersebut berkapasitas produksi 710 ton LPG per hari atau setara dengan 4,5% kebutuhan LPG nasional, dan kondensat sebanyak 2.024 barel per hari dengan bahan baku gas sebanyak 250 MMscfd berasal dari Pertamina EP Sumatera Selatan.

“Pertamina menyerap 100% hasil produksi kilang NGL Sumatera Selatan untuk masa kontrak minimal 10 tahun dengan harga beli mengacu pada Contract Price Aramco-Alpha,” tutup Ali.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
6 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
6 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
7 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
7 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
7 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
7 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved