DPR khawatir harga elpiji 12 kg mulai merangkak

Selasa, 05 Maret 2013 - 17:47 WIB
DPR khawatir harga elpiji...
DPR khawatir harga elpiji 12 kg mulai merangkak
A A A
Sindonews.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) khawatir dengan rencana pemerintah menaikkan harga elpiji ukuran 12 kilogram (kg). Rencana tersebut telah membuat harga elpiji 12 kg di sejumlah daerah merangkak naik. Bahkan, di beberapa daerah sudah di atas Rp100 ribu.

"Saat ini, harga elpiji 12 kg dari Pertamina Rp70.200 per tabung, tapi harga di tingkat konsumen dari pengecer sudah mencapai Rp98 ribu per tabung di Jabotabek. Di Papua harga telagh menyentuh angka Rp170 ribu per tabung, dari sebelumnya Rp140 ribu per tabung. Bahkan di Bangka harga gas elpiji ukuran 12 kg dibanderol antara Rp180 ribu hingga Rp200 ribu per tabung sejak awal Februari," tutur Anggota Komisi VII DPR, Rofi Munawar dalam rilisnya di Jakarta, Selasa (5/3/2013).

Menurut Rofi, seharusnya dampak ini bisa diantisipasi pemerintah apabila perencanaan kebijakan dipersiapkan dengan matang.

"Dampak kebijakan kenaikan elpiji 12 Kg seharusnya mampu diprediksi dan diantisipasi Pemerintah sedini mungkin. Setiap kebijakan yang dimunculkan sebaiknya dipikirkan dengan matang dan seksama, karena situasi sekarang ini sangat merugikan masyarakat maupun pengusaha," ujarnya.

Menurutnya, rencana kenaikan elpiji 12 kg ini juga mengakibatkan kelangkaan stok di berbagai daerah di level distributor dan agen. Karena itu, perlu ada sistem monitoring yang akurat dengan strategi distribusi yang tepat sasaran, karena di sisi lain kelangkaan terjadi akibat adanya agen dan distributor yang nakal dengan melakukan penimbunan untuk mengambil keuntungan sepihak.

Dalam rangka mengatasi berbagai implikasi negatif rencana kenaikan harga elpiji 12 kg yang merugikan masyarakat tersebut, pihaknya mendesak Pertamina untuk turun tangan melakukan intervensi pasar.

"Pertamina harus segera menginventarisasi daerah-daerah yang mengalami kenaikan dan kelangkaan, kemudian melakukan kebijakan intervensi pasar agar konsumen tidak dirugikan," kata Rofi.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Keruntuhan Dolar AS...
Keruntuhan Dolar AS Bukan Lagi Dongeng, BRICS Ubah dari Khayalan Menjadi Ancaman Nyata
51 menit yang lalu
RI-India Bidik Nilai...
RI-India Bidik Nilai Kerja Sama Ekonomi Tembus Rp445,8 Triliun, dari Infrastruktur hingga SDA
1 jam yang lalu
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
10 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
11 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
11 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
11 jam yang lalu
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025, Jumat 12 Desember 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved