Jepang-AS setuju perdagangan bebas otomotif

Rabu, 06 Maret 2013 - 13:03 WIB
Jepang-AS setuju perdagangan...
Jepang-AS setuju perdagangan bebas otomotif
A A A
Sindonews.com - Tokyo dan Washington telah menyetujui pembebasan bagi industri otomotif dalam pakta perdagangan di wilayah Pasifik yang telah masuk pada tahap perundingan.

Kedua kekuatan negara Pacific itu setuju Amerika Serikat akan mampu menjaga tarif impor mobil, yaitu 2,5 persen mobil penumpang dan 25 persen untuk truk - setidaknya selama lima sampai 10 tahun di bawah Trans-Pacific Partnership (TPP) .

Partisipasi Jepang dan Amerika Serikat, dua negara ekonomi terbesar mencakup hampir 40 persen dari perekonomian dunia.

Namun, sektor otomotif AS menentang masuknya Jepang, atas upaya Tokyo mempertahankan hambatan non-tarif mobil, dan kesepakatan untuk membuka akses pasar mobil Jepang.

Lobby pertanian Jepang juga dengan tegas menentang persaingan asing yang sebelumnya akan menghancurkan sektor pertanian skala kecil Jepang dan masyarakat pedesaan.

Tokyo dan Washington sepakat akan ada pembicaraan setidaknya dalam lima sampai sepuluh tahun atas penundaan penghapusan tarif impor mobil - seperti moratorium yang disepakati dalam perjanjian perdagangan AS-Korea Selatan.

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe akan mengumumkan masuknya Jepang ke negosiasi TPP segera setelah 13 Maret 2013.

Pada akhir pertemuan puncak di Washington bulan lalu, Jepang dan Amerika Serikat mengeluarkan pernyataan TPP bersama yang mengakui "sensitivitas perdagangan bilateral, seperti produk pertanian tertentu untuk Jepang dan produk manufaktur tertentu untuk AS".

Tokyo dan Washington akan melanjutkan konsultasi bilateral sehubungan dengan kemungkinan Jepang bergabung dengan TPP, termasuk dalam menangani masalah yang luar biasa di sektor otomotif dan asuransi,"
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
8 menit yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
49 menit yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
1 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
1 jam yang lalu
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
1 jam yang lalu
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
2 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved