Kinerja reksa dana pendapatan tetap tergerus inflasi
Selasa, 12 Maret 2013 - 15:33 WIB
Kinerja reksa dana pendapatan tetap tergerus inflasi
A
A
A
Sindonews.com - Kinerja rata-rata reksa dana pendapatan tetap dari sisi imbal hasil (return) sepanjang dua bulan pertama tahun ini tergerus dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan dana PT Infovesta Utama, kinerja reksa dana pendapatan tetap Januari-Februari 2013 hanya 0,84 persen. Sedangkan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,41 persen.
Analis PT Infovesta Utama, Praska Putrantyo mengatakan, sentimen yang mempengaruhi kinerja reksa dana pendapatan tetap berasal dari dalam negeri, seperti inflasi dan BI rate maupun Fasilitas Simpanan Bank Indonesia (Fasbi). Seperti diketahui, inflasi hingga Februai 2013 mencapai 1,78 persen dengan BI rate yang dipertahankan pada level 5,75 persen.
"Kinerja reksa dana pendapatan tetap sepanjang dua bulan ini lebih rendah dibanding tahun lalu karena faktor makro ekonomi mempengaruhi harga obligasi (mayoritas portofolio reksa dana pendapatan tetap adalah obligasi)," kata dia kepada Sindonews, Selasa (12/3/2013).
Di samping itu, kinerja reksa dana pendapatan tetap juga dipengaruhi oleh kinerja obligasi pemerintah dan korporasi. Kinerja rata-rata obligasi pemerintah pada dua bulan pertama tahun ini juga menurun menjadi hanya 0,45 persen dibading periode yang sama tahun sebelumnya 1,89 persen.
Hal serupa juga terjadi pada kinerja rata-rata obligasi korporasi, yang menurun menjadi 1,6 persen dibanding periode sama tahun lalu sebesar 3,65 persen.
Instrumen yang paling rentan terhadap besaran inflasi adalah obligasi. Dengan demikian, menurut Praska, jika tekanan inflasi makin besar, maka akan mempengaruhi pegerakan obligasi. Akibatnya, kinerja reksa dana pendapatan tetap juga makin tergerus.
"Jika inflasi makin panas akan mempengaruhi pergerakan obligasi, terutama obligasi pemerintah," ungkap Praska.
Mencermati kondisi saat ini, Infovesta memprediksi, kinerja reksa dana pendapatan tetap sepanjang 2013 terbatas sekitar 5-6,8 persen. Sementara kinerja rata-rata reksa dana pendapatan tetap pada tahun lalu mencapai 7,72 persen.
Berdasarkan dana PT Infovesta Utama, kinerja reksa dana pendapatan tetap Januari-Februari 2013 hanya 0,84 persen. Sedangkan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,41 persen.
Analis PT Infovesta Utama, Praska Putrantyo mengatakan, sentimen yang mempengaruhi kinerja reksa dana pendapatan tetap berasal dari dalam negeri, seperti inflasi dan BI rate maupun Fasilitas Simpanan Bank Indonesia (Fasbi). Seperti diketahui, inflasi hingga Februai 2013 mencapai 1,78 persen dengan BI rate yang dipertahankan pada level 5,75 persen.
"Kinerja reksa dana pendapatan tetap sepanjang dua bulan ini lebih rendah dibanding tahun lalu karena faktor makro ekonomi mempengaruhi harga obligasi (mayoritas portofolio reksa dana pendapatan tetap adalah obligasi)," kata dia kepada Sindonews, Selasa (12/3/2013).
Di samping itu, kinerja reksa dana pendapatan tetap juga dipengaruhi oleh kinerja obligasi pemerintah dan korporasi. Kinerja rata-rata obligasi pemerintah pada dua bulan pertama tahun ini juga menurun menjadi hanya 0,45 persen dibading periode yang sama tahun sebelumnya 1,89 persen.
Hal serupa juga terjadi pada kinerja rata-rata obligasi korporasi, yang menurun menjadi 1,6 persen dibanding periode sama tahun lalu sebesar 3,65 persen.
Instrumen yang paling rentan terhadap besaran inflasi adalah obligasi. Dengan demikian, menurut Praska, jika tekanan inflasi makin besar, maka akan mempengaruhi pegerakan obligasi. Akibatnya, kinerja reksa dana pendapatan tetap juga makin tergerus.
"Jika inflasi makin panas akan mempengaruhi pergerakan obligasi, terutama obligasi pemerintah," ungkap Praska.
Mencermati kondisi saat ini, Infovesta memprediksi, kinerja reksa dana pendapatan tetap sepanjang 2013 terbatas sekitar 5-6,8 persen. Sementara kinerja rata-rata reksa dana pendapatan tetap pada tahun lalu mencapai 7,72 persen.
(rna)
Lihat Juga :