Perdagangan bebas Trans-Pasifik sulit dicapai tahun ini

Rabu, 13 Maret 2013 - 13:02 WIB
Perdagangan bebas Trans-Pasifik...
Perdagangan bebas Trans-Pasifik sulit dicapai tahun ini
A A A
Sindonews.com - Kemajuan dibuat negara Kemitraan Trans-Pasifik (TPP) dalam pembicaraan perdagangan bebas, tetapi tak mudah dan Jepang kemungkinan belum siap bergabung di babak berikutnya pada Mei mendatang. Pihak juru runding menyebutkan, sulit bagi 11 negara berharap menandatangani kesepakatan tahun ini.

Negosiator Singapura, Ng Bee Kim mengatakan, jika Jepang mengungkapkan keinginannya untuk mengambil bagian, pertama kali mereka harus mengadakan pertemuan bilateral dengan negara anggota dan didukung konsensus untuk "menjaga momentum yang baik" pada pembicaraan berikutnya di Peru.

"Saya tidak berpikir kita sedang melihat Jepang datang khusus ke Lima (ibukota Peru)," kata Ng dalam konferensi pers di Singapura, seperti dilansir Reuters, Rabu (13/3/2013).

TPP, yang telah meningkat dari tujuh negara, bertujuan menghilangkan hambatan untuk pergerakan barang dan jasa, isu-isu termasuk pergerakan data elektronik, akses pasar bagi perusahaan-perusahaan keuangan serta perlindungan hak cipta.

Sebuah pernyataan mengatakan, "kemajuan yang solid" dibuat dalam sesi pertemuan di Singapura untuk menjembatani perbedaan di sejumlah daerah, pada masalah regulasi, telekomunikasi, adat istiadat dan pengembangan.

Amerika Serikat dan negara lainnya berharap menyelesaikan negosiasi pada akhir tahun ini, atau dalam skenario yang lebih ambisius pada KTT Kerja sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Bali, Indonesia, Oktober mendatang.

Di luar Amerika Serikat, negara-negara TPP adalah Kanada, Meksiko, Australia, Selandia Baru, Chili, Peru, Vietnam, Malaysia, Brunei dan Singapura. Putaran berikutnya pembicaraan di Lima dijadwalkan akan diselenggarakan padal 15-24 Mei 2013.

Sementara media Jepang mengatakan, Perdana Menteri Shinzo Abe akan mengumumkan pada Jumat (15/3/2013), atas kemungkinan bergabungnya Jepang pada pembicaraan itu.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
26 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved