LPEI: Pelaku usaha jasa di luar negeri perlu diatur

Rabu, 13 Maret 2013 - 14:34 WIB
LPEI: Pelaku usaha jasa...
LPEI: Pelaku usaha jasa di luar negeri perlu diatur
A A A
Sindonews.com - Ketua Dewan Direktur Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), I Made Gde Erata menyatakan, berkembangnya perekonomian Indonesia membuat banyak perusahaan milik BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dan swasta dalam negeri berinvestasi di luar negeri.

Karena itu, LPEI memberikan revisi terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Perdagangan Luar Negeri sebelum direalisasikan menjadi Undang-undang.

"Karena itu, kami mengusulkan kegiatan usaha yang dilakukan badan hukum Indonesia seperti BUMN dan badan usaha lainnya yang tercakup dalam melakukan kegiatan jasa di luar negeri dan bukan hanya melakukan kegiatan jasa dalam wilayah hukum Indonesia," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi VI, Rabu (13/3/2013).

Menurut Made, pelaku usaha jasa di luar negeri juga perlu diatur dalam UU Perdagangan, mengingat selama ini UU yang sudah ada hanya mencantumkan kata "barang" yang dijual di luar negeri dan bukan jasa. Sehingga, sering menimbulkan permasalahan yang melibatkan pemerintah Indonesia jika terdapat kondisi yang tidak diharapkan

"Sebagai contoh, anak perusahaan sebuah perusahaan konstruksi besar dari Indonesia mengalami masalah di Libya, terjadi ketidakamanan dalam politik di sana. Sehingga banyak hambatan pembangunan konstruksi tersebut. Ketika itu, Pemerintah Pusat yang diwakili Kementerian Perdagangan turun tangan untuk menyelesaikan masalah. Untuk itu, ke depan perlu segera diatur UU Jasa tersebut," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
UU Cipta Kerja Gairahkan...
UU Cipta Kerja Gairahkan Investasi dan Perdagangan Internasional
Disetujui Jadi UU, Indonesia...
Disetujui Jadi UU, Indonesia Punya Jalan Tol Perdagangan Internasional
Penimbun Minyak Goreng...
Penimbun Minyak Goreng Lakukan Kejahatan Pangan, DPR: Harus Dijerat UU Perdagangan
Ketua Umum ICCA Dukung...
Ketua Umum ICCA Dukung Pansel DK-OJK dan Implementasi UU PPSK
Pemerintah Bakal Bikin...
Pemerintah Bakal Bikin UU Ketenagakerjaan Baru Buntut Tarif AS, Berikut Isinya
Neraca Perdagangan Indonesia...
Neraca Perdagangan Indonesia pada Januari 2025 Catat Surplus USD 3,45 Miliar
Berita Terkini
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932
14 menit yang lalu
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
23 menit yang lalu
GAPKI Soroti Indonesia...
GAPKI Soroti Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam
1 jam yang lalu
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
1 jam yang lalu
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
11 jam yang lalu
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
12 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved