China tuduh Coca-Cola lakukan illegal mapping

Rabu, 13 Maret 2013 - 17:07 WIB
China tuduh Coca-Cola...
China tuduh Coca-Cola lakukan illegal mapping
A A A
Sindonews.com - Perusahaan minuman ringan AS, Coca-Cola kini tengah bekerja sama dengan pemerintah China atas tuduhan illegal mapped di bagian provinsi barat daya, sebagai bagian dari operasi distribusi.

Yunnan.cn, sebuah portal berita yang dijalankan oleh pejabat partai di provinsi Yunnan mengatakan, Coca-Cola ditemukan secara ilegal mengumpulkan informasi rahasia dengan peralatan GPS genggam.

Menanggapi itu, Coca-Cola menyatakan, pabrik pembotolan lokal di China menggunakan pemetaan elektronik dan teknik lainnya sebagai bagian dari kegiatan logistik mereka, dan semua sistem yang digunakan tersedia secara bebas.

"Selama beberapa tahun terakhir, beberapa unit perusahaan pembotolan lokal kami di China telah mengadopsi solusi logistik untuk meningkatkan layanan pelanggan dan efisiensi bahan bakar," terang juru bicara Coca-Cola di China dalam pernyataannya, seperti dilansir Channel News Asia, Rabu (13/3/2013).

"Ini termasuk e-peta berbasis lokasi sistem logistik pelanggan yang tersedia secara komersial di China melalui pemasok resmi lokal," jelasnya.

Perusahaan telah bekerja sama dengan pihak berwenang setempat untuk memastikan bahwa sistem logistik secara penuh sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Tuduhan pemetaan datang setelah China dan Amerika Serikat (AS) terlibat dalam sengketa serangan cyber.

Penasihat Keamanan Nasional AS Tom Donilon, mendesak China untuk menyelidiki dan menghentikan cybercrime, setelah anggota parlemen menyerukan tindakan lebih keras terhadap Beijing untuk cyber-spionase dan pencurian rahasia industri besar-besaran, yang diduga dilakukan militer China.

China menyebut tuduhan tersebut "tidak berdasar". Media pemerintah telah menuduh Washington membuat kambing hitam dari Beijing untuk mengalihkan perhatian dari kesengsaraan ekonomi AS.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
22 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
30 menit yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
47 menit yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
2 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
2 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved