Dolar melemah, harga minyak di Asia naik
Jum'at, 15 Maret 2013 - 11:39 WIB
Dolar melemah, harga minyak di Asia naik
A
A
A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan Asia pagi tadi naik, sebagai dampak dari melemahnya mata uang AS yang membuat harga komoditas lebih murah.
Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman April naik 15 sen menjadi USD93,21 per barel dalam perdagangan pagi hari dan minyak mentah Brent North Sea untuk Mei naik 43 sen menjadi USD109,40. Kontrak Brent April ditutup 90 sen lebih tinggi pada USD109,42 yang berakhir pada Kamis.
Komoditas minyak dalam dolar menjadi lebih murah ketika mata uang AS melemah, mendorong investor membeli dan mengakibatkan harga lebih tinggi.
"Melemahnya dolar membantu mendukung harga minyak mentah," kata Ker Chung Yang, analis senior bidang investasi dari Phillip Futures di Singapura, seperti dilansir Global Post, Jumat (15/3/2013), .
Harga minyak juga didorong oleh data Departemen Tenaga Kerja yang menunjukkan klaim baru AS untuk tunjangan pengangguran sebanyak 332.000 pada pekan yang berakhir 9 Maret, setetes 10.000 dibandingkan dengan pekan sebelumnya.
Analis mengatakan, data optimisme ketenagakerjaan di Amerika Serikat memicu sentimen yang mendukung harapan permintaan akan meningkat di negara konsumen minyak terbesar di dunia itu.
"Klaim pengangguran AS menunjukkan pasar tenaga kerja yang terus membaik," komentar IG Markets di Singapura.
Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman April naik 15 sen menjadi USD93,21 per barel dalam perdagangan pagi hari dan minyak mentah Brent North Sea untuk Mei naik 43 sen menjadi USD109,40. Kontrak Brent April ditutup 90 sen lebih tinggi pada USD109,42 yang berakhir pada Kamis.
Komoditas minyak dalam dolar menjadi lebih murah ketika mata uang AS melemah, mendorong investor membeli dan mengakibatkan harga lebih tinggi.
"Melemahnya dolar membantu mendukung harga minyak mentah," kata Ker Chung Yang, analis senior bidang investasi dari Phillip Futures di Singapura, seperti dilansir Global Post, Jumat (15/3/2013), .
Harga minyak juga didorong oleh data Departemen Tenaga Kerja yang menunjukkan klaim baru AS untuk tunjangan pengangguran sebanyak 332.000 pada pekan yang berakhir 9 Maret, setetes 10.000 dibandingkan dengan pekan sebelumnya.
Analis mengatakan, data optimisme ketenagakerjaan di Amerika Serikat memicu sentimen yang mendukung harapan permintaan akan meningkat di negara konsumen minyak terbesar di dunia itu.
"Klaim pengangguran AS menunjukkan pasar tenaga kerja yang terus membaik," komentar IG Markets di Singapura.
(dmd)
Lihat Juga :