Minyak Asia melonjak dipengaruhi data pengangguran AS
Jum'at, 15 Maret 2013 - 14:44 WIB
Minyak Asia melonjak dipengaruhi data pengangguran AS
A
A
A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan Asia hingga sore terus naik, sebagai dampak dari melemahnya mata uang dolar dan data pengangguran di AS, yang membuat harga komoditas lebih murah.
Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman April naik 24 sen menjadi USD93,27 per barel dan minyak mentah Brent North Sea untuk Mei naik 54 sen menjadi USD109,50. Sementara kontrak Brent April ditutup 90 sen lebih tinggi USD109,42 karena berakhir pada Kamis.
Sebelumnya pada perdagangan pagi, kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman April naik 15 sen menjadi USD93,21 per barel dan minyak mentah Brent North Sea untuk Mei naik 43 sen menjadi USD109,40.
Menurut analis, komoditas minyak dalam dolar menjadi lebih murah ketika mata uang AS melemah, mendorong investor membeli dan mengakibatkan harga lebih tinggi.
"Melemahnya dolar membantu mendukung harga minyak mentah," kata Ker Chung Yang, analis senior bidang investasi dari Phillip Futures di Singapura, seperti dilansir Global Post, Jumat (15/3/2013), .
Harga minyak juga didorong oleh data Departemen Tenaga Kerja yang menunjukkan klaim baru AS untuk tunjangan pengangguran sebanyak 332.000 pada pekan yang berakhir 9 Maret.
Analis mengatakan, data optimisme ketenagakerjaan di Amerika Serikat memicu sentimen yang mendukung harapan permintaan akan meningkat di negara konsumen minyak terbesar di dunia itu.
"Klaim pengangguran AS menunjukkan pasar tenaga kerja yang terus membaik," komentar IG Markets di Singapura.
Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman April naik 24 sen menjadi USD93,27 per barel dan minyak mentah Brent North Sea untuk Mei naik 54 sen menjadi USD109,50. Sementara kontrak Brent April ditutup 90 sen lebih tinggi USD109,42 karena berakhir pada Kamis.
Sebelumnya pada perdagangan pagi, kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman April naik 15 sen menjadi USD93,21 per barel dan minyak mentah Brent North Sea untuk Mei naik 43 sen menjadi USD109,40.
Menurut analis, komoditas minyak dalam dolar menjadi lebih murah ketika mata uang AS melemah, mendorong investor membeli dan mengakibatkan harga lebih tinggi.
"Melemahnya dolar membantu mendukung harga minyak mentah," kata Ker Chung Yang, analis senior bidang investasi dari Phillip Futures di Singapura, seperti dilansir Global Post, Jumat (15/3/2013), .
Harga minyak juga didorong oleh data Departemen Tenaga Kerja yang menunjukkan klaim baru AS untuk tunjangan pengangguran sebanyak 332.000 pada pekan yang berakhir 9 Maret.
Analis mengatakan, data optimisme ketenagakerjaan di Amerika Serikat memicu sentimen yang mendukung harapan permintaan akan meningkat di negara konsumen minyak terbesar di dunia itu.
"Klaim pengangguran AS menunjukkan pasar tenaga kerja yang terus membaik," komentar IG Markets di Singapura.
(dmd)
Lihat Juga :