Consumer goods: tumbuh tinggi, persaingan kian ketat

Senin, 18 Maret 2013 - 09:57 WIB
Consumer goods: tumbuh...
Consumer goods: tumbuh tinggi, persaingan kian ketat
A A A
Sindonews.com - Konsumsi domestik Indonesia tumbuh pesat dan berjasa menyelamatkan negeri ini dari krisis keuangan global. Di balik itu, selain menikmati pertumbuhan tinggi, para pelaku bisnis merasakan persaingan yang semakin meningkat.

Dari pengamatan penulis sebagai business analyst, permintaan competitive intelligence dari pelaku bisnis consumer good meningkat cukup signifikan pada beberapa tahun terakhir ini. Ini menunjukkan bahwa persaingan di bisnis ini semakin ketat.

Competitive intelligence adalah suatu proses mendapatkan dan menganalisa data pasar (produk, pelanggan, pesaing) dalam berbagai aspek bisnis (supply chain, produksi, distribusi, marketing dan promosi, dll) yang digunakan untuk membuat keputusan strategis oleh perusahaan. Tingkat persaingan antarberbagai produk tidaklah sama.

Jika bicara consumer goods, ciri-ciri produk yang persaingannya ketat adalah:

● Produk dibutuhkan oleh banyak orang atau dengan kata lain potensi pasar besar karena didukung oleh jumlah konsumen yang besar.
● Produk demikian biasanya merupakan kebutuhan dasar atau kebutuhan penting bagi konsumen yang dibeli secara rutin/terus-menerus.
● Produk memberikan benefit yang relatif sama bagi semua konsumen karena memang sifat produknya demikian, sehingga tidak banyak variasi produk yang bisa ditawarkan oleh produsennya.

Alhasil, tidaklah mudah bagi produsen untuk membuat diferensiasi yang kuat. Bandingkan misalnya obat kumur vs permen. Obat kumur berfungsi sebagai desinfektan rongga mulut sehingga benefitnya dirasakan sama oleh konsumen, merek apapun yang mereka konsumsi.

Bandingkan dengan permen yang rasa, bentuk, tekstur (permen lunak dan keras) dan fungsinya berbedabeda (permen biasa, penyegar mulut, pelega tenggorokan/obat batuk) sehingga benefitnya berbeda-beda.

Contoh lain yang menarik adalah susu. Pada segmen growing up milk, benefit produk relatif seragam, yaitu untuk kesehatan dan pertumbuhan. Hampir semuanya full cream. Bandingkan dengan segmen susu dewasa yang memberi benefit bermacam-macam: kesehatan secara umum, kesehatan tulang, slimmer, pembentuk otot. Jenis susunya ada yang full cream, ada yang low fat.

Lantas, mengapa produk konsumsi mencapai persaingan yang sedemikian hangatnya sampai-sampai mereka membutuhkan data pesaing? Ada beberapa faktor pendukung:

● Nilai pasar yang besar menjadi daya tarik besar. Tentu semua pemain ingin mendapat bagian dari ”kue” yang tumbuh mengembang ini.
● Media promosi dan marketing yang semakin beragam. Selain di media konvensional seperti televisi, majalah, koran dan billboard, kini kegiatan marketingdan promosi di dunia maya (online) pun makin marak. Hal terakhir di atas membuat para pemain sulit mengikuti dinamika pasar yang bergerak cepat.

Akibatnya mereka tidak yakin cukup mengetahui kondisi pasar, termasuk pesaing. Apalagi mengukur kondisi di masa akan datang. Serba tidak pasti. Ketidaknyamanan akan ketidakpastian ini membuat para pemain berusaha mendapatkan data agar dapat membuat keputusan yang tepat dalam menentukan ke arah mana harus melangkah. Untuk itu, mereka membutuhkan ”modal” sebagai dasar pengambilan keputusan.

Modal pertama adalah data dan analisa tren pasar secara umum, seperti data historis tingkat pertumbuhan, segala hal yang berkaitan dengan produk (tren jenis produk baru, bahan baku, perwujudan dari the latest issues semacam organic, green lifestyle, hemat energi, environment friendly, dll), teknologi baru, channel baru, dan lainnya.

Modal kedua adalah data dinamika pasar termasuk pesaing. Tiap pemain ingin mengetahui kondisi lawan sehingga memberi arah yang jelas dalam menetapkan strategi perusahaan.

Dengan mengetahui posisi lawan, suatu perusahaan ingin memastikan posisinya pada masa depan, apakah dapat tetap menjadi pemimpin pasar atau dilampaui oleh pesaing atau memasang target untuk melampaui pesaing, dan seterusnya.

Nah, jika anda seorang eksekutif di bidang consumer goods, jangan sampai lengah. Sudahkah Anda mengetahui kondisi pasar dan pesaing Anda?

RAHAYU WIDAYANTI
Independent Business Analyst
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terancam Tutup, Perusahaan...
Terancam Tutup, Perusahaan Perparkiran Butuh Sederet Relaksasi Pajak
Sosialisasikan COVID-19,...
Sosialisasikan COVID-19, Pengelola Apartemen Manfaatkan Jaringan TV Lokal
Pabrik Mulai Berproduksi,...
Pabrik Mulai Berproduksi, VW Ubah Logo seperti Game PacMan
Jukir CentrePark Kembalikan...
Jukir CentrePark Kembalikan Dompet Temuan Berisi Jutaan Rupiah ke Pemiliknya
Berkat Kerja Keras Tim,...
Berkat Kerja Keras Tim, CentrePark Raih Penghargaan Wajib Pajak Terbaik
Pura Trans dan Hino...
Pura Trans dan Hino Latih Smart Driving untuk Para Sopir
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
15 menit yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
6 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
6 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
7 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
8 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
8 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved