Pemerintah didesak segera putuskan soal BBM
Jum'at, 24 Mei 2013 - 17:17 WIB
Pemerintah didesak segera putuskan soal BBM
A
A
A
Sindonews.com - Intelektual muda, Anies Baswedan menilai, pemerintah tidak boleh mengulur-ulur waktu pelaksanaan kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Karena, kata dia, semakin tidak jelas pelaksanaan kenaikan harga BBM hanya akan semakin menyengsarakan masyarakat.
"Semakin diulur kenaikan BBM, semakin tidak bermakna kompensasi-kompensasi yang akan diberikan pemerintah pada masyarakat seperti bantuan langsung sementara (BLSM) tersebut. Padahal kompensasi tersebut jelas diperuntukkan membantu masyarakat termasuk menghadapi inflasi," ujarnya, Jumat (24/5/2013).
Anies menuturkan, membuat keputusan terhadap sebuah kebijakan harus cepat dilakukan. Pokok permasalahan rencana kenaikan BBM bukan terletak pada pemberian BLSM pada masyarakat miskin dan hampir miskin, namun pada pengambilan keputusan.
"Mengenai BLSM sendiri sudah pernah kita lakukan bahkan dapat dikatakan cukup efektif. Hanya saja keputusan pelaksanaannya yang tak kunjung menjadi kenyataan. Wacana itu boleh saja kalau dalam bidang akademis, tapi untuk dunia pengambilan keputusan yang dibutuhkan adalah keputusan, bukan diskusi membuat keputusan," tutur Anis.
Karena, kata dia, semakin tidak jelas pelaksanaan kenaikan harga BBM hanya akan semakin menyengsarakan masyarakat.
"Semakin diulur kenaikan BBM, semakin tidak bermakna kompensasi-kompensasi yang akan diberikan pemerintah pada masyarakat seperti bantuan langsung sementara (BLSM) tersebut. Padahal kompensasi tersebut jelas diperuntukkan membantu masyarakat termasuk menghadapi inflasi," ujarnya, Jumat (24/5/2013).
Anies menuturkan, membuat keputusan terhadap sebuah kebijakan harus cepat dilakukan. Pokok permasalahan rencana kenaikan BBM bukan terletak pada pemberian BLSM pada masyarakat miskin dan hampir miskin, namun pada pengambilan keputusan.
"Mengenai BLSM sendiri sudah pernah kita lakukan bahkan dapat dikatakan cukup efektif. Hanya saja keputusan pelaksanaannya yang tak kunjung menjadi kenyataan. Wacana itu boleh saja kalau dalam bidang akademis, tapi untuk dunia pengambilan keputusan yang dibutuhkan adalah keputusan, bukan diskusi membuat keputusan," tutur Anis.
(izz)
Lihat Juga :