Srikandi Hanura desak pemerintah bereskan masalah bawang

Selasa, 26 Maret 2013 - 15:47 WIB
Srikandi Hanura desak...
Srikandi Hanura desak pemerintah bereskan masalah bawang
A A A
Sindonews.com - DPP Srikandi Hanura Mendesak Pemerintah untuk segera menuntaskan permasalahan kelangkaan bawang yang sulit didapatkan di pasar.

Ketua Dewan Kehormatan Srikandi Hanura Liliana Tanoesoedibjo mengatakan, harga bawang yang tidak terkontrol dipastikan membuat resah ibu-ibu rumah tangga dan para pedagang kecil. Masyarakat membutuhkan kepastian pemerintah untuk menetukan harga bawang yang naik turun.

“Pemerintah harus segera menetukan harga bawang di pasaran agar para pedagang kecil bisa tetap tetap berdagang,” ujarnya saat melakukan peninjauan harga bawang di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (26/3/2013).

Menurutnya, peninjauan ini sangat menarik karena dapat mengetahui fluktuatif harga bawang yang tidak menetap setiap harinya. Sambil berdiskusi dengan pedagang bawang di pasar, Liliana merasa miris dengan keluhan para pedagang yang berharap pemerintah bisa cepat menangani kestabilan harga bawang.

“Harganya kemarin rendah, sekarang tinggi. Kemarin bisa Rp15 ribu, sekarang Rp20 ribu,” katanya.

Liliana juga mengatakan, kelangkaan bawang dan harganya yang tinggi juga dirasakan oleh mereka yang keseharianya memotongi bawang yang baru turun dari truk. Dengan upah Rp50 ribu per hari, mereka harus memotongi bawang sebanyak satu kwintal.

Namun dengan langkanya bawang serta harganya yang mahal, tentunya mereka juga mendapatkan imbasnya. “Ini yang membuat kita iba, jika tidak ada bawang mereka menganggur dan tidak mendapatkan uang sepeserpun. Ini yang harus dipikirkan pemerintah,” ujar dia.

Dia mengaharapkan agar pemerintah pusat bisa segera melakukan penanganan kelangkaan bawang dan harganya yang mahal. Sebelumnya, lanjut dia, pemerintah berencana akan segera menentukan harga bawang di Bulog dengan merevitalisasi Bulog, tetapi sampai sekarang tidak ada kelanjutan pasti mengenai hal ini.

Untuk itu Liliana mengimbau kepada pemerintah khusunya BUMN untuk memberikan kredit khusus kepada petani agar bisa mengembangkan usahanya sendiri tanpa menggunakan jasa tengkulak.

“Ini dikarenakan para tengkulak menghargai murah lalu menjualnya dengan harga tinggi. Dan petani kita tetapi miskin dan dibodohi,” bebernya.

Selain itu, pemerintah bisa memberikan pengajaran atau pelatihan kepada petani agar mereka bisa lebih pandai berdagang.

Seorang pedagang bawang merah, Ana, mengatakan, saat ini harga bawang menjadi Rp45 ribu. Seminggu lalu harga bawang sempat melambung menjadi Rp50 ribu. Seminggu lalu saat bawang impor masuk harga menjadi tinggi, tetapi hari ini karena impor tidak masuk menjadikan bawang impor sama dengan lokal.

“Harga bawang tidak bisa dipastikan naik atau turunnya, dalam sehari seharusnya bisa menjual satu ton tetapi sekarang hanya sekitar 5 kwintal perhari,” tandas dia.

Sekadar informasi, dalam kegiatan ini, Srikandi Hanura memberikan bungkusan berisi bawang merah, bawang putih dan cabai keriting kepada pedagang asongan dan masyarakat sekitar Kalibata Kelurahan Rawajati.

Ketua Umum DPP Srikandi Hanura Miryam S. Haryani mengatakan ada 4.500 bungkus bawang dan cabai yang akan dibagikan. Menurutnya, bawang dan cabai merupakan bahan pokok untuk ibu-ibu rumah tangga dan pedagang kaki lima yang berdagang makanan. “Semoga ini membantu masyarakat di saat masa krisis bawang sekarang,” ujar dia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Material Longsor Putus...
Material Longsor Putus Akses Jalan Kota Palopo-Toraja
Hidup Menumpang, Korban...
Hidup Menumpang, Korban Longsor Palopo Butuh Bantuan Pemerintah
Ojek Pikul di Lokasi...
Ojek Pikul di Lokasi Longsor Palopo Angkut Karung Beras hingga Motor
Akses Jalan Poros Sinjai-Malino...
Akses Jalan Poros Sinjai-Malino Sempat Putus Diterjang Longsor
Galian Tambang di KBB...
Galian Tambang di KBB Longsor, Tiga Kendaraan Tertimpa
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Longsor, Lalu Lintas Lumpuh Total Tewaskan Satu Orang
Berita Terkini
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
38 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
55 menit yang lalu
Bahlil Ramal 10 Tahun...
Bahlil Ramal 10 Tahun Lagi Kendaraan Listrik Bakal Digantikan Hidrogen
1 jam yang lalu
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
1 jam yang lalu
Penetapan Pemasok Batu...
Penetapan Pemasok Batu Bara PLTU Jadi Kewenangan Penuh Ditjen Minerba
2 jam yang lalu
APBN Semester I 2026...
APBN Semester I 2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya: Kinerja Fiskal Tetap Kuat
2 jam yang lalu
Infografis
Lawan AS, Desak Eropa...
Lawan AS, Desak Eropa Ganti Jet Tempur Siluman F-35 dengan Rafale
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved