Anggaran K/L yang terblokir capai Rp118 T

Selasa, 26 Maret 2013 - 19:03 WIB
Anggaran K/L yang terblokir...
Anggaran K/L yang terblokir capai Rp118 T
A A A
Sindonews.com - Sampai dengan 25 Maret 2013, masih ada anggaran kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp118,1 triliun yang masih terblokir, baik karena proses di DPR atau di Kementerian Keuangan.

Jumlah tersebut hampir 20 persen dari total angaran K/L pada tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp594,6 triliun. Dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, anggaran K/L yang terblokir sebenarnya sudah berkurang sebesar Rp123,9 triliun.

“Tadinya yang diblokir di awal itu Rp242 triliun. Sekarang ini per 25 Maret yang diblokir Rp118,1 triliun. Sudah ada perkembangan dan sekarang masih cukup banyak yang berproses,” papar Direktur Jenderal Kementerian Keuangan pasca menghadiri rapat kerja dengan Komisi II DPR, di Gedung DPR/MPR, Selasa (26/3/2013).

Herry menjelaskan, beberapa K/L yang telah mempercepat proses pencairan anggaran adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayan serta Kementerian Agama.

Sebagai catatan, dua kementerian tersebut bersama Kementerian Pemuda dan Olah raga masih memiliki anggaran terblokir atau dibintangi sebesar Rp85,9 triliun sampai pertengahan Maret lalu.

Beberapa K/L, menurut Herry, sudah menyelesaikan proses pencairan semua anggaran, seperti Kementerian Pendayagunaan dan Aparatur Negara/Reformasi Birokrasi.

“Kemendikbud sudah mulai kita proses, Kementerian Agama baru kita proses. Kemenpora kan anggarannya kecil. Saya nggak tahu posisi terakhir apakah sudah dibahas di DPR atau belum,” imbuhnya.

Bila sampai akhir Maret K/L belum juga menyelesaikan anggaran yang terblokir maka anggaran tersebut kemungkinan besar otomatis akan menjadi saldo anggaran lebih (SAL).

Pasalnya, sesuai dengan peraturan menteri keuangan (PMK) No.32/PMK.02/2013 tentang Tata Cara Revisi Anggaran Tahun Anggaran 2013, Kemenkeu berhak menghapus program K/L yang anggarannya masih diblokir DPR atau Kemenkeu hingga Maret tahun ini.

Hingga kini, pemerintah belum memutuskan apakah program yang terblokir setelah akhir Maret bisa diajukan bila nantinya ada pembahasan APBN-Perubahan (APBN-P). Pasalnya, ada sejumlah anggaran yang masuk dalam program prioritas seperti pengadaan converter kit yang masuk dalam pos Kementerian Perindustrian.

“Kita ikuti PMK-nya dulu. Bagaimana jalan keluarnya dan kita akan lihat bagaimana kebijakan ke depannya kalau memang itu program-prorgam prioritas,” tandasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Twitter Ijinkan Pengguna...
Twitter Ijinkan Pengguna Kontrol Balasan Tweet
Twitter Siapkan Fitur...
Twitter Siapkan Fitur untuk Mengarsipkan Tweet Lama
Twitter Sedang Menguji...
Twitter Sedang Menguji Fitur Pembatasan Tweet Balasan
Perangi Hoaks, Twitter...
Perangi Hoaks, Twitter Akan Tandai Tweet Bohong
Twitter Bisa Unggah...
Twitter Bisa Unggah Pesan Suara pada Tweet
Nigeria Larang Twitter...
Nigeria Larang Twitter Setelah Hapus Tweet Presiden Buhari
Berita Terkini
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
9 jam yang lalu
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
9 jam yang lalu
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
11 jam yang lalu
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
11 jam yang lalu
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
12 jam yang lalu
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
12 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved