Pertumbuhan ekonomi Indonesia jadi sorotan dunia

Senin, 29 April 2013 - 15:49 WIB
Pertumbuhan ekonomi...
Pertumbuhan ekonomi Indonesia jadi sorotan dunia
A A A
Sindonews.com - Dalam kunjungannya ke Amerika Seriat (AS), Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Ali Masykur Musa bertemu dengan Managing Director New York Stock Exchange Marc Iyeki.

Diskusi tentang ekonomi global, khususnya di kawasan Pasifik menjadi fokus pembicaraan kedua belah pihak. Iyaki menilai, pertumbuhan ekonomi Indonesia, China dan India sangat bagus. Karena itu, dunia memperhatikan Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Ali mengungkapkan, permasalahan ekonomi di Indonesia adalah tinggal pemerataan. "Jadi, jika pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6,3 persen untuk 2012 dan stabil tiga tahun mendatang, diikuti strategi pemerataan, kesejahteraan rakyat Indonesia akan tercapai," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Sindonews, Senin (29/4/2013).

Indonesia memiliki potensi ekonomi yang baik karena memiliki cadangan sumber daya alam memadai dan proyeksi industri manufaktur yang menarik investasi. Pasar Modal Indonesia yang tembus di kisaran IHSG mencapai 5.000 merupakan pertanda ekonomi Indonesia terus tumbuh.

Iyaki menyarankan agar pertumbuhan ekonomi Indonesia terus dijaga dengan cara menambah perusahaan yang listing di Bursa Efek dan menjaga stabilitas sosial politik.

Ali, yang juga anggota BPK RI berpendapat sama dengan pandangan Iyaki, pembangunan ekonomi dan demokrasi harus paralel dengan kesejahteraan rakyat. "Memang benar Investasi membawa pertumbuhan ekonomi, tetapi pertumbuhan ekonomi yang berkualitas adalah harus mampu menaikkan tingkat kesejahteraan rakyat. Setelah itu baru stabilitas sosial politik terjaga," jelasnya.

Kunjungan Ali hari ini dilanjutkan ke Washington DC untuk bertemu dengan Senator J Bennett Johnston dan Senator John Kyl. Selama di New York Ali Masykur Musa menyempatkan diri bertemu dengan Konsul Jenderal RI Ghafur Akbar Dharmaputra.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bertanggung Jawab Atas...
Bertanggung Jawab Atas Kudeta, AS Sanksi 10 Pejabat Myanmar
AS Mengaku Terganggu...
AS Mengaku Terganggu dengan Laporan Polisi Tembaki Demonstran Myanmar
AS Kesampingkan Solusi...
AS Kesampingkan Solusi Militer untuk Akhiri Kudeta di Myanmar
AS dan PBB Kutuk Aksi...
AS dan PBB Kutuk Aksi Kekerasan Terhadap Pengunjuk Rasa Myanmar
AS: Penindasan Myanmar...
AS: Penindasan Myanmar Terhadap Muslim Rohingya adalah Genosida
Berencana Bunuh Utusan...
Berencana Bunuh Utusan untuk PBB, AS Tangkap Dua Pria Myanmar
Berita Terkini
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
6 menit yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
17 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
41 menit yang lalu
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
50 menit yang lalu
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
1 jam yang lalu
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
1 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA usai Piala...
Ranking FIFA usai Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved