China akan kurangi peran negara dalam ekonomi

Sabtu, 25 Mei 2013 - 17:08 WIB
China akan kurangi peran...
China akan kurangi peran negara dalam ekonomi
A A A
Sindonews.com - Perdana Menteri China baru, Li Keqiang mengatakan, pemerintah pusat akan mengurangi peran negara di bidang ekonomi.

Pemerintah China mendorong swasta dan kekuatan pasar memainkan peran lebih besar dalam ekonomi. Pergeseran kebijakan utama ini dimaksudkan untuk meningkatkan kehidupan kelas menengah dan membuat China menjadi pesaing kuat di pasar global.

Kemarin, pemerintah China mengeluarkan serangkaian proposal kebijakan yang menunjukkan, bahwa Li dan para pemimpin lainnya serius mengurangi intervensi pemerintah di pasar dan memberikan persaingan antara perusahaan swasta dalam keputusan investasi serta pengaturan harga.

Apakah Beijing dapat merestrukturisasi ekonomi yang benar-benar kecanduan kredit negara dan arahan pemerintah tidak jelas? Analis melihat pengumuman itu tanda-tanda kuat bahwa pembuat kebijakan top serius dalam pembenahan model pertumbuhan bangsa.

"Ini adalah hal yang benar-benar radikal," kata Stephen Green, pegamat ekonomi China dari bank Standard Chartered, seperti dilansir dari Economic Times, Sabtu (25/5/2013).

"Orang-orang telah berbicara tentang hal ini untuk waktu yang lama, tapi sekarang kita mendapatkan agenda reformasi jelas diucapkan dari atas," tambahnya.

Para pemimpin China berada di bawah tekanan besar untuk mengubah kebijakan karena pertumbuhan melambat. Bulan ini, aktivitas manufaktur mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan (menurut survei independen HSBC).

"Ada cukup banyak pesan yang datang dari para pemimpin baru. Mereka menyadari jika terus menunda reformasi, ekonomi bisa berada dalam kesulitan besar," ujar Huang Yiping, kepala ekonom untuk negara berkembang di Asia dari bank Barclays.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
22 menit yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
30 menit yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
2 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
3 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
3 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
4 jam yang lalu
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved