Hipmi yakin kenaikan BBM tak ancam dunia usaha

Senin, 27 Mei 2013 - 16:34 WIB
Hipmi yakin kenaikan...
Hipmi yakin kenaikan BBM tak ancam dunia usaha
A A A
Sindonews.com - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) yakin kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak akan membebani iklim usaha di tanah air.

Hipmi justru mendukung kebijakan ini. Kenaikan harga BBM dinilai akan memberikan kepastian bagi usaha investasi. "Ini sudah terlambat, harusnya pemerintah segera menaikkan harga BBM," ujar Ketua Umum Hipmi, Raja Oktosaptahari, disela pembukaan Rakerda XII Hipmi DIY di Rich Sahid Hotel, Yogyakarta, Senin (27/5/2013).

Menurutnya, opsi kenaikan BBM menjadi jawaban atas kondisi APBN. Kenaikan ini dipastikan akan menimbulkan konsekuensi pada dunia usaha. Masalahnya bagaimana pemerintah bisa melakukan komunikasi kepada masyarakat.

"Masyarakat itu tahunya harganya mahal, padahal kalau tidak naik justru kondisi fiskal yang terbebani dan merusak kemampuan anggaran," ujarnya.

Hipmi, lanjut dia, tidak akan mempermasalahkan kenaikan harga. Namun bagaimana BBM ini terdistribusi dengan baik dan stoknya melimpah. "Regulasi tata niaga harus diatur untuk menjaga keberpihakan kepada masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Ketua BPC Hiswana Migas DIY, Siswanto berharap pemerintah lebih tegas dalam penentuan harga BBM. Kalau memang harga akan dinaikkan harus jelas, baik waktu dan besaran dari kenaikan tersebut.

Menurut Siswanto, jika tidak harus ada upaya agar ada kepastian stok BBM. Dia menilai, pemerintah justru banyak bermain wacana. Rencana kenaikan ini sudah lama didengungkan, namun kenyataanya masih terus dikaji.

Akibatnya, harga barang di pasar sudah terdongkrak naik terlebih dulu. Padahal sampai saat ini belum ada kejelasan kapan BBM akan naik. "Wacana kenaikan telah membuat inflasi dan harga membumbung tinggi. Padahal belum pasti kenaikan ini," tuturnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BBM Mahal, Saatnya Tambah...
BBM Mahal, Saatnya Tambah Alternatif Transportasi Massal  
Harga BBM Naik, Pemprov...
Harga BBM Naik, Pemprov Jabar Wacanakan Subsidi Sektor Transportasi
Raih Pendanaan Seri...
Raih Pendanaan Seri E USD2,3 Miliar, MPL Ekspansi ke AS
Platform Esports MPL...
Platform Esports MPL Dapat Suntikan Dana
MPL Makin Gencar Promosikan...
MPL Makin Gencar Promosikan Esports di Indonesia
Mau Pulsa dan Token...
Mau Pulsa dan Token Listrik, Rasakan Sensasi Main Game MPL
Berita Terkini
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
25 menit yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
42 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
10 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Slavko Vincic, Wasit...
Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved