Penjualan properti di Prancis anjlok 25%
Sabtu, 30 Maret 2013 - 16:19 WIB
Penjualan properti di Prancis anjlok 25%
A
A
A
Sindonews.com - Prospek ekonomi yang suram menyebabkan penjualan properti di sebagian besar wilayah Prancis turun sebesar 25%. Kondisi ini menyebabkan harga rumah anjlok.
Dilansir QROPS, Sabtu (30/3/2013), FNAIM, asosiasi agen real estate Prancis mengatakan, bahwa harga rumah telah jatuh sebesar 1,3% pada tahun lalu. Jumlah rumah baru yang sedang dibangun juga anjlok, akibat pembeli meninggalkan pasar.
Data pemerintah mengungkapkan, penjualan rumah baru turun sebesar 25%. Sementara beberapa pengembang melaporkan penurunan sebesar 30%. Angka tersebut didukung data notaris negara - pengacara yang menangani penjualan rumah - yang menyebutkan harga telah turun sebesar 1,5%.
Sementara FNAIM memaparkan, penurunan harga properti terutama dirasakan daerah pedesaan. FNAIM menunjukkan, harga turun sebesar 7,9% di Brittany, 6,9% di Lower-Normandy, 6,7% di Lorraine, dan 5,6% di Champagne-Ardenne.
Menurut FNAIM situasi bertambah buruk karena pemerintah menarik pinjaman bebas bunga untuk membantu pembeli pertama membeli properti tua. Selain itu, bank telah memperketat kriteria pemberian pinjaman hipotek, yang menyebabkan rekor pinjaman turun 30% tahun ini.
Dilansir QROPS, Sabtu (30/3/2013), FNAIM, asosiasi agen real estate Prancis mengatakan, bahwa harga rumah telah jatuh sebesar 1,3% pada tahun lalu. Jumlah rumah baru yang sedang dibangun juga anjlok, akibat pembeli meninggalkan pasar.
Data pemerintah mengungkapkan, penjualan rumah baru turun sebesar 25%. Sementara beberapa pengembang melaporkan penurunan sebesar 30%. Angka tersebut didukung data notaris negara - pengacara yang menangani penjualan rumah - yang menyebutkan harga telah turun sebesar 1,5%.
Sementara FNAIM memaparkan, penurunan harga properti terutama dirasakan daerah pedesaan. FNAIM menunjukkan, harga turun sebesar 7,9% di Brittany, 6,9% di Lower-Normandy, 6,7% di Lorraine, dan 5,6% di Champagne-Ardenne.
Menurut FNAIM situasi bertambah buruk karena pemerintah menarik pinjaman bebas bunga untuk membantu pembeli pertama membeli properti tua. Selain itu, bank telah memperketat kriteria pemberian pinjaman hipotek, yang menyebabkan rekor pinjaman turun 30% tahun ini.
()
Lihat Juga :