BPS: Jumlah penerbangan dan pelayaran di Sulbar turun

Senin, 01 April 2013 - 16:40 WIB
BPS: Jumlah penerbangan...
BPS: Jumlah penerbangan dan pelayaran di Sulbar turun
A A A
Sindonews.com - Jumlah penerbangan maupun pelayaran di Sulawesi Barat (Sulbar) menurun drastis. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar, penurunannya hingga 50 persen lebih dari bulan yang sama pada 2012.

Kepala BPS Sulbar, Setianto menyebutkan, jumlah pesawat yang berangkat pada Februari 2013 hanya 28 penerbangan. Angka ini turun 15,15 persen jika dibandingkan Januari 2013 yang mencapai 33 penerbangan.

"Kalau dibandingkan dengan Februari tahun sebelumnya, terjadi penurunan sebesar 51,72 persen. Pada bulan tersebut mencapai 58 penerbangan. Hal yang sama juga terjadi pada jumlah pesawat yang datang pada Februari 2013 sebanyak 28 penerbangan atau turun sebesar 15,15 persen jika dibandingkan Januari 2013 sebanyak 33 penerbangan," katanya, Senin (1/4/2013).

Menurut Setianto, penurunan itu besar kemungkinan dipengaruhi jumlah penumpang yang berangkat dari Bandara Tampa Padang Mamuju. Data BPS Sulbar mencatat, jumlah penumpang angkutan udara tersebut selama Februari 2013 sebanyak 1.665 orang.

Padahal, pada Januari 2013, jumlah penumpang mencapai 1.741 orang. Artinya, ada penurunan sekitar 4,37 persen. Jika dibanding dengan Februari 2012, turun 33,61 persen. Di mana pada Februari tahun lalu jumlah penumpang mencapai 2.508 orang.

Kenaikan angka di Bandara Tampa Padang justru terjadi pada sektor bongkar muat barang. Jumlah barang yang dibongkar melalui Bandara Tampa Padang Mamuju selama Februari 2013 sebesar 9.034 kilogram (kg) atau naik sekitar 1,27 persen dari Januari 2013 yang tercatat sebesar 8.921 kg.

Namun, jika dibandingkan dengan Februari tahun sebelumnya, yang mencapai 11.625 kg atau turun sekitar 22,29 persen.

"Sementara jumlah pelayaran yang melalui Sulbar selama Februari 2013 sebanyak 151 unit atau turun sekitar 44,89 persen jika dibandingkan dengan Januari 2013 yang mencapai 274 unit. Demikian juga jika dibandingkan dengan Februari tahun sebelumnya yang mencapai 172 unit, atau turun sebesar 12,21 persen," tutur dia.

Sutianto menjelaskan, jumlah penumpang angkutan laut yang berangkat melalui Sulbar selama Februari 2013 sekitar 1.778 orang. Jika dibandingkan pada Januari 2013 yang mencapai 1.973 orang, terjadi penurunan sekitar 9,88 persen.

Pihaknya menyebutkan, jika dibandingkan dengan kondisi Februari tahun sebelumnya yang mencapai 2.119 orang, kondisi ini juga mengalami penurunan sebesar 16,09 persen.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPS Catat Inflasi November...
BPS Catat Inflasi November Sebesar 0,38 persen
BPS Sebut Diskon Transportasi...
BPS Sebut Diskon Transportasi Belum Mampu Bendung Inflasi Desember 2025
Kepala BPS RI Siapkan...
Kepala BPS RI Siapkan Sensus Pertanian dan Canangkan Desa Cantik di Pangkep
Jumlah Orang Indonesia...
Jumlah Orang Indonesia Bepergian ke Luar Negeri Naik 55 Persen
Komuter di Jawa Timur...
Komuter di Jawa Timur Didominasi Kaum Milenial dan Gen Z
Tumbuh 53 Persen, Oktober...
Tumbuh 53 Persen, Oktober 2021 Ekspor RI Capai Rp312 Triliun
Berita Terkini
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
12 menit yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
10 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
10 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
11 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
11 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
11 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved