Harga bawang pengaruhi inflasi DIY

Senin, 01 April 2013 - 17:57 WIB
Harga bawang pengaruhi...
Harga bawang pengaruhi inflasi DIY
A A A
Sindonews.com - Melejitnya harga bawang merah dan bawang putih di DI Yogyakarta (DIY), membawa dampak terhadap inflasi. Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat, inflasi DIY pada Maret 2013 mencapai 0,79 persen. Angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan inflasi Februari.

Kepala BPS DIY, Wien Kusdiatmono mengatakan, komoditas bawang merah dan putih banyak dibutuhkan masyarakat. Akibatnya saat harga naik, permintaan juga tetap tinggi. "Sepertinya banyak bisnis kuliner yang terpengaruh kenaikan harga bawang ini," katanya, Senin (1/4/2013).

Menurut Wien, bawang merah naik sekitar 95,26 persen dengan andil 0,34 persen dan bawang putih naik 42,69 dengan andil 0,27 persen. Selain itu inflasi juga ditopang dari kenaikan upah tukang bukan mandor, dengan andil 0,06 persen. Kemudian jeruk, cabai rawit, dan nangka muda juga memberikan andil 0,4 persen terhadap inflasi DIY.

Selain itu, lanjut dia, adanya kenaikan angkutan udara yang naik 5,78 persen dengan andil 0,03 persen, buah apel dan pisang sebesar 0,02 persen. Sedangkan produk yang memberikan andil menurunnya inflasi DIY yaitu telur ayam ras yang harganya turun 9,86 persen, bayam, beras emas perhiasan, hingga cabai merah dan sayuran.

Dilihat dari kelompok pengeluaran, hanya kelompo sandang saja yang turun 0,47 persen. Sedangkan kelompok bahan makanan jadi naik 3,08, makanan padi, minuman rokok naik 0,14 persen, perumahan air listrik dan gas 0,45 persen. Kelompok kesehatan juga naik 0,29, pendidikan rekreasi dan olahraga naik 0,13 persen dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan naik 0,26 persen.

"Inflasi ini masih tinggi tetapi dibanding Februari sudah turun," tuturnya.

Sementara itu, tim pengendali inflasi daerah (TPID) DIY sudah memprediksi penurunan nilai inflasi pada Maret. Menyusul harga beras, telur dan beberapa bahan makanan lain. Apalagi pada Februari terjadi peningkata inflasi sebagai pengaruh dari kebijakan penentuan tarif dasar listrik (TDL).

"Hampir sama dengan prediksi dari TPID," ujar peneliti Bank Indonesia Provinsi DIY, Rakhmat Pratama.

TPID, lanjut Rahmat, juga terus melakukan pantauan terhadap harga bawang merah dan putih di pasaran. Sepanjang Maret 2013, harga bawang terkerek cukup tinggi. Bahkan kenaikan komoditas ini mencapai 0,63 persen, mendominasi dari inflasi keseluruhan yang mencapai 0,79 persen.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
1 jam yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
2 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
2 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
2 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
3 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
3 jam yang lalu
Infografis
3 Efek Tarif Impor Donald...
3 Efek Tarif Impor Donald Trump Terhadap Harga Emas Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved