Delegasi IMF hari ini tiba di Kairo
Rabu, 03 April 2013 - 17:38 WIB
Delegasi IMF hari ini tiba di Kairo
A
A
A
Sindonews.com - Delegasi Dana Moneter Internasional (IMF) telah tiba di Kairo, Mesir untuk membicarakan pinjaman sebesar USD4,8 miliar untuk meredakan krisis ekonomi di negara Arab yang paling padat penduduk tersebut.
Dilansir Reuters, Rabu (3/4/2013), setelah dua tahun dalam pergolakan politik, cadangan mata uang asing jatuh ke level kritis, mengancam kemampuan Mesir membeli gandum (importir terbesar di dunia) dan bahan bakar.
Pemerintahan Presiden Mohamed Mursi yang telah menandatangani kesepakatan dengan IMF November lalu, namun ratifikasi tertunda akibat terjadi kerusahan publik pada Desember 2012.
Dalam pembicaraan kali ini, Kairo harus meyakinkan IMF tentang reformasi yang bertujuan meningkatkan pertumbuhan dan membatasi defisit anggaran. Itu berarti akan terjadi kenaikan pajak dan pemotongan risiko politik dalam sistem subsidi negara untuk bahan bakar dan roti.
Diberitakan sebelumnya, IMF menyatakan, dapat mengubah nilai pinjaman yang diajukan Mesir sebesar USD4,8 miliar, tergantung dari kebutuhan negara. Ukurannya dapat bervariasi, itu adalah pertanyaan tentang kebutuhan dan apa yang diperlukan," ujar Masood Ahmed, direktur IMF Timur Tengah dan Asia Tengah.
Dilansir Reuters, Rabu (3/4/2013), setelah dua tahun dalam pergolakan politik, cadangan mata uang asing jatuh ke level kritis, mengancam kemampuan Mesir membeli gandum (importir terbesar di dunia) dan bahan bakar.
Pemerintahan Presiden Mohamed Mursi yang telah menandatangani kesepakatan dengan IMF November lalu, namun ratifikasi tertunda akibat terjadi kerusahan publik pada Desember 2012.
Dalam pembicaraan kali ini, Kairo harus meyakinkan IMF tentang reformasi yang bertujuan meningkatkan pertumbuhan dan membatasi defisit anggaran. Itu berarti akan terjadi kenaikan pajak dan pemotongan risiko politik dalam sistem subsidi negara untuk bahan bakar dan roti.
Diberitakan sebelumnya, IMF menyatakan, dapat mengubah nilai pinjaman yang diajukan Mesir sebesar USD4,8 miliar, tergantung dari kebutuhan negara. Ukurannya dapat bervariasi, itu adalah pertanyaan tentang kebutuhan dan apa yang diperlukan," ujar Masood Ahmed, direktur IMF Timur Tengah dan Asia Tengah.
(dmd)
Lihat Juga :