Siprus masih harus menghemat 351 juta euro

Kamis, 04 April 2013 - 20:09 WIB
Siprus masih harus menghemat...
Siprus masih harus menghemat 351 juta euro
A A A
Sindonews.com - Siprus masih harus mengadopsi 351 juta euro dalam langkah-langkah penghematan anggaran 2013, sebelum menerima bantuan keuangan dari Uni Eropa pada Mei mendatang. Hal itu tertuang dalam kesepakatan bailout yang ditandatangani pemberi pinjaman internasional.

"Tahun ini, pemerintah akan ketat menerapkan hukum anggaran 2013 dengan langkah-langkah tambahan permanen sedikitnya 351 juta euro (2,1 persen dari PDB)," tulis nota kesepahaman itu, seperti dari dilansir Global Post, Kamis (4/4/2013).

"Langkah-langkah tersebut akan ditinjau oleh mitra program sebelum disampaikan kepada DPR, dan harus diadopsi sebelum pencairan bantuan keuangan pertama turun," catat MoU.

Untuk memenuhi target fiskal pemerintah harus mengadopsi sejumlah langkah, yaitu Pemotongan gaji di sektor publik; Meningkatkan pajak penghasilan badan dari 10 persen menjadi 12,5 persen; Menaikkan tarif pajak atas pendapatan bunga hingga 30 persen; Meningkatkan pajak properti untuk menghasilkan 75 juta euro; Meningkatkan setidaknya 17 persen tugas dan biaya pada pelayanan publik; Kemudian, menyesuaikan pajak kendaraan bermotor pada Juni mendatang.

Dari sisi pengeluaran, pemerintah juga harus hemat hingga 36 juta euro, di antaranya dengan mengakhiri hibah untuk memperoleh tempat tinggal pertama, praktik pemberian pinjaman serta jaminan pinjaman yang berkaitan dengan pembangunan rumah dan akuisisi.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kebakaran Dahsyat Melanda,...
Kebakaran Dahsyat Melanda, Siprus Minta Bantuan Internasional
Inilah Pulau-pulau Indah...
Inilah Pulau-pulau Indah yang Ada di Laut Mediterania, Nomor 6 Tempat Dugem Terpopuler
Erdogan: Bergabungnya...
Erdogan: Bergabungnya Siprus ke NATO Harus Seizin Turki
Siprus Siap Berdialog...
Siprus Siap Berdialog dengan Turki Tetapi Tidak di Bawah Ancaman
Badai Omicron Belum...
Badai Omicron Belum Usai, Muncul Deltacron
Kenapa Muslim di Siprus...
Kenapa Muslim di Siprus Minoritas? Ini Penjelasannya
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
3 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
4 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved