Seskab minta media bantu sosialisasi kenaikan harga BBM
Jum'at, 05 April 2013 - 17:47 WIB
Seskab minta media bantu sosialisasi kenaikan harga BBM
A
A
A
Sindonews.com - Sekretariat Kabinet (Setkab) menyelenggarakan ‘Coffee Morning Dalam Rangka Membahas Energy Subsidy Reform” di ruang rapat Sekretariat Kabinet, Jakarta, Jumat (5/4/2013).
Acara ini dihadiri sejumlah Staf Khusus Presiden di antaranya Prof. Firmanzah, PhD, Prof. Jusuf, dan Daniel Sparringa, anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Prof. Raden Pardede, Direktur Niaga dan Pemasaran Pertamina Hanung Budya Yuktyanta, Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Sommeng, Sekretaris SKK Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, Gde Pradnyana, dan sejumlah pemimpin redaksi media massa nasional.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam menegaskan, masalah subsidi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) memang bukan wewenangnya, karena hal ini sedang didiskusikan oleh Kementerian Perekonomian dan Kementerian ESDM dengan Kementerian Keuangan.
Dipo Alam juga menyampaikan, bahwa mengenai masalah pengendalian subsidi BBM, pemerintah sedang mendiskusikan beberapa opsinya.
“Yang penting seperti Presiden kemukakan adalah bahwa jika kenaikan harga secara bertahap sudah menjadi sebuah pilihan, itu merupakan pilihan yang sulit mengingat situasi politik ekonomi saat ini. Yang penting pilihan yang diambil berpihak dan tidak membebani masyarakat,” jelas Dipo Alam seperti dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, Jumat (5/4/2013).
Dipo menjelaskan bahwa upaya pemerintah memastikan BBM bersubsidi tepat penyalurannya saat ini sedang didiskusikan, seperti opsi smart card yang sempat diusulkan dan upaya-upaya lain.
“Adanya acara seperti ini sangat penting karena kita ingin bekerja sama dengan media untuk sosialisasinya (kenaikan harga BBM), bukan masalah kegaduhan atas kebijakan yang diambil, karena walaupun pilihan yang diambil adalah pilihan yang sulit, pada akhirnya ini untuk kepentingan rakyat kita juga.” tukasnya.
Acara ini dihadiri sejumlah Staf Khusus Presiden di antaranya Prof. Firmanzah, PhD, Prof. Jusuf, dan Daniel Sparringa, anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Prof. Raden Pardede, Direktur Niaga dan Pemasaran Pertamina Hanung Budya Yuktyanta, Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Sommeng, Sekretaris SKK Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, Gde Pradnyana, dan sejumlah pemimpin redaksi media massa nasional.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam menegaskan, masalah subsidi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) memang bukan wewenangnya, karena hal ini sedang didiskusikan oleh Kementerian Perekonomian dan Kementerian ESDM dengan Kementerian Keuangan.
Dipo Alam juga menyampaikan, bahwa mengenai masalah pengendalian subsidi BBM, pemerintah sedang mendiskusikan beberapa opsinya.
“Yang penting seperti Presiden kemukakan adalah bahwa jika kenaikan harga secara bertahap sudah menjadi sebuah pilihan, itu merupakan pilihan yang sulit mengingat situasi politik ekonomi saat ini. Yang penting pilihan yang diambil berpihak dan tidak membebani masyarakat,” jelas Dipo Alam seperti dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, Jumat (5/4/2013).
Dipo menjelaskan bahwa upaya pemerintah memastikan BBM bersubsidi tepat penyalurannya saat ini sedang didiskusikan, seperti opsi smart card yang sempat diusulkan dan upaya-upaya lain.
“Adanya acara seperti ini sangat penting karena kita ingin bekerja sama dengan media untuk sosialisasinya (kenaikan harga BBM), bukan masalah kegaduhan atas kebijakan yang diambil, karena walaupun pilihan yang diambil adalah pilihan yang sulit, pada akhirnya ini untuk kepentingan rakyat kita juga.” tukasnya.
(gpr)
Lihat Juga :