Kenaikan Harga BBM Boleh Saja, Pengamat: Jangan Sekaligus, Biar Enggak Panik
Kamis, 01 September 2022 - 08:57 WIB
loading...
Pengamat menilai penyesuaian harga BBM bersubsidi memang tidak terelakkan, guna mengatasi subsidi yang membebani keuangan negara, akibat fluktuasi harga minyak dunia. Namun ada beberapa catatan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Isu mengenai rencana Pemerintah Indonesia menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubisidi jenis Pertalite dan Biosolar guna mengatasi subsidi yang membebani keuangan negara, akibat fluktuasi harga minyak dunia semakin santer terdengar.
Pemerintah menyiapkan anggaran subsidi dan kompensasi BBM dan listrik hingga Rp502 Triliun dan diperkirakan merangkak naik mencapai Rp 698 Triliun sebagai imbas melonjaknya harga energi dan juga pangan, yang dipicu perang Rusia - Ukraina.
Baca Juga: Hore! BLT BBM Rp600.000 Cair 2 Minggu Lagi
Menanggapi kebijakan tersebut, Direktur Eksekutif Moya Institute Heri Sucipto mengatakan, bahwa langkah penyesuaian harga BBM bersubsidi memang tidak terelakkan, seperti yang terjadi juga di masa lalu.
“Namun penting dicari formula yang tepat agar kehidupan sosial-ekonomi masyarakat tidak terlalu terdampak,” ucap Heri dalam webinar Moya Institute dengan topik APBN Tertekan: Subsidi BBM Solusi atau Solusi?, Rabu (31/8).
Baca Juga: Hitungan Sri Mulyani Soal Dampak Ledakan Subsidi BBM ke APBN 2022
Sementara itu, pengamat sosial UIN Syarif Hidayatullah, Prof. Azyumardi Azra, menyampaikan bahwa penyesuaian harga BBM yang bakal ditempuh pemerintah memang tidak dapat dihindari. Hal ini untuk menghindari dampak negatif lebih besar yaitu krisis dan bangkrutnya APBN, seperti dalam kasus Pemerintah AS, yang berkali-kali "lockdown" akibat likuiditas keuangan yang terganggu.
Pemerintah menyiapkan anggaran subsidi dan kompensasi BBM dan listrik hingga Rp502 Triliun dan diperkirakan merangkak naik mencapai Rp 698 Triliun sebagai imbas melonjaknya harga energi dan juga pangan, yang dipicu perang Rusia - Ukraina.
Baca Juga: Hore! BLT BBM Rp600.000 Cair 2 Minggu Lagi
Menanggapi kebijakan tersebut, Direktur Eksekutif Moya Institute Heri Sucipto mengatakan, bahwa langkah penyesuaian harga BBM bersubsidi memang tidak terelakkan, seperti yang terjadi juga di masa lalu.
“Namun penting dicari formula yang tepat agar kehidupan sosial-ekonomi masyarakat tidak terlalu terdampak,” ucap Heri dalam webinar Moya Institute dengan topik APBN Tertekan: Subsidi BBM Solusi atau Solusi?, Rabu (31/8).
Baca Juga: Hitungan Sri Mulyani Soal Dampak Ledakan Subsidi BBM ke APBN 2022
Sementara itu, pengamat sosial UIN Syarif Hidayatullah, Prof. Azyumardi Azra, menyampaikan bahwa penyesuaian harga BBM yang bakal ditempuh pemerintah memang tidak dapat dihindari. Hal ini untuk menghindari dampak negatif lebih besar yaitu krisis dan bangkrutnya APBN, seperti dalam kasus Pemerintah AS, yang berkali-kali "lockdown" akibat likuiditas keuangan yang terganggu.
Lihat Juga :