Soal subsidi BBM, presiden kedepankan dua aspek

Jum'at, 05 April 2013 - 17:47 WIB
Soal subsidi BBM, presiden...
Soal subsidi BBM, presiden kedepankan dua aspek
A A A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sangat memperhatikan opsi yang akan diputuskan dalam pengendalian subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Ada dua aspek yang mendapatkan perhatian, yaitu kesehatan fiskal dan juga ekonomi secara nasional, serta masalah keadilan bagi masyarakat miskin.

“Presiden mengharapkan agar apapun opsi yang akan diambil jangan sampai menambah jumlah masyarakat miskin, menurunkan daya beli masyarakat, inflasi sangat tinggi, sementara kita tahu bahwa PDB kita, ekonomi kita ini ditopang oleh konsumsi domestik,” kata Staf Khusus Presiden (SKP) bidang Ekonomi dan Pembangunan, Firmanzah seperti dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, Jumat (5/4/2013).

Menurut Firmanzah, Indonesia sedikit berbeda dengan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand, di mana ekspor mereka cukup besar kontribusinya terhadap pembentukan Product Domestic Bruto (PDB). Jadi, perlu menjaga daya masyarakat kita untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, pemerataan dan sebagainya.

Dikatakan Firmanzah, Presiden sudah menyampaikan dan sudah menginstruksikan kepada Menko Perekonomian untuk segera dirumuskan dari masukan-masukan, karena memang banyak sekali masukan terkait opsi kebijakan apa yang akan diambil pemerintah. Ada dari Kementerian ESDM, ada dari Pertamina, kemudian ada dari Komite Ekonomi Nasional (KEN), ada dari Kementerian Perekonomian sendiri, termasuk yang dipaparkan di Bali dua minggu lalu.

“Presiden menginginkan itu menjadi sebuah satu paket kebijakan yang komprehensif dengan menyelamatkan fiskal dan perekonomian tetapi dengan biaya sosial yang seminimal mungkin,” ujar Firmanzah.

Jadi, lanjut Firmanzah, opsi yang perlu diambil nanti adalah mengedepankan aspek keadilan juga untuk menyelamatkan negara, tetapi juga jangan sampai menambah kesenjangan pendapatan masyarakat Indonesia.

“Jadi, subsidi untuk orang miskin, dan untuk orang yang mampu dan kaya memang akan dihapuskan,” tegas Firmanzah.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kenaikan Harga BBM Boleh...
Kenaikan Harga BBM Boleh Saja, Pengamat: Jangan Sekaligus, Biar Enggak Panik
Awas Efek Kenaikan BBM...
Awas Efek Kenaikan BBM Pertalite, Pengamat: Target Pemulihan Ekonomi Bisa Buyar
Ombudsman Sarankan Pembatasan...
Ombudsman Sarankan Pembatasan BBM Subsidi Dibanding Menaikkan Harga
Wajarkah Harga BBM Subsidi...
Wajarkah Harga BBM Subsidi Harus Naik di Tengah Lonjakan Minyak Dunia?
Aturan Pembatasan Pembelian...
Aturan Pembatasan Pembelian BBM Bersubsidi Sudah di Tangan Jokowi
Pembatasan BBM Subsidi...
Pembatasan BBM Subsidi Dimulai 1 Oktober 2024
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
1 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
1 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
1 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
2 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
2 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved