Pengamat: April sangat krusial terjadinya deflasi

Senin, 15 April 2013 - 17:19 WIB
Pengamat: April sangat...
Pengamat: April sangat krusial terjadinya deflasi
A A A
Sindonews.com - Chief Economist Bank Mandiri, Destry Damayanti mengatakan, kondisi ekonomi Indonesia pada semester pertama cukup berat. Salah satu penyebabnya adalah situasi global yang penuh ketidakpastian.

"Semester pertama cukup berat secara ekonomi, situasi global tidak pasti. Data ekonomi AS mengatakan pertumbuhan masih belum stabil di Eropa, selain krisis Siprus, Portugal minta second bailout. Yang bisa kita harapkan adalah China, India, dan Korea Selatan. Sedangkan Jepang kita berharap likuiditas yang bagus sehingga permintaan barang dari kita meningkat," ujarnya di Gedung Mandiri, Jakarta, Senin (15/4/2013).

Menurutnya, inflasi yang ada sekarang sebenarnya di luar kendali otoritas moneter. Karena diakibatkan stok bahan pangan sekaligus menegaskan apabila pemerintah gagal menurunkan inflasi pada April tahun ini.

"Inflasi ini di luar kendali otoritas moneter, yang krusial adalah pada April, bisa enggak pemerintah menjadikan deflasi sehingga tingkat inflasi turun 0,3-0,4 dari 0,63 persen. Tetapi saya agak skeptis, kalau sampai April miss, akan susah bagi pemerintah mempertahankan target inflasi 4,9 persen," jelasnya.

Dia mengutarakan, bahwa walaupun neraca perdagangan Indonesia defisit dan devisa juga ikut turun, pihaknya tetap percaya pertumbuhan ekonomi Indonesia 2013 akan mencapai 6 sampai 6,3 persen.

"Neraca perdagangan defisit USD400 juta, membuat Bank Indonesia mengorbankan cadangan devisa. Sehingga devisa turun USD700 miliar. Tetapi kita confident pertumbuhan 6-6,3 persen. Sedangkan rupiah berada pada kisaran Rp9.700 sampai Rp9.800 per Dolar AS," pungkas Destry.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
13 menit yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
50 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
1 jam yang lalu
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
1 jam yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
2 jam yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
2 jam yang lalu
Infografis
7 Nama Sangat Diperhitungkan...
7 Nama Sangat Diperhitungkan Jadi KSAD Pengganti Maruli Simanjuntak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved