Pengamat: Pemerintah seharusnya fokus konversi energi

Senin, 15 April 2013 - 20:08 WIB
Pengamat: Pemerintah...
Pengamat: Pemerintah seharusnya fokus konversi energi
A A A
Sindonews.com - Chief Ekonomist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Destry Damayanti mengatakan, pemerintah harus memiliki solusi yang cepat terkait jebolnya kuota bahan bakar minyak (BBM). Karena menyebabkan defisit anggaran pada triwulan pertama tahun ini.

"Kita sekarang butuh solusi yang cepat, karena kita sudah tidak bisa menunggu lagi, sudah kelamaan. Sekarang sudah kelihatan pada triwulan pertama bahwa konsumsi BBM sudah melewati target lagi dan anggaran kita sudah defisit. Padahal sebelumnya kita selalu surplus pada triwulan pertama ini. Artinya kita sudah tidak bisa main-main lagi," ujarnya kepada Sindonews di Gedung Mandiri, Jakarta, Selasa (15/4/2013).

Menurutnya, ide pemerintah menggunakan Ron 90 terlalu memakan waktu dan menaikkan harga BBM adalah kebijakan yang lebih tepat. Dia justru mempertanyakan, apakah Ron 90 bisa cepat diproduksi, bagaimana menyalurkan kepada masyarakat, karena butuh tangki sendiri, infrastruktur, dan sebagainya.

"itu kan memakan waktu, kita sudah tidak bisa buying time lagi, kebijakan yang efektif dan tidak ada pilih kasih dan semua kena itu adalah menaikkan harga BBM," tuturnya.

Dia mengkhawatirkan ide pemisahan SPBU juga tidak akan berjalan dengan efektif. Karena ditakutkan akan kembali salah sasaran seperti yang sudah dilakukan.

"Apalagi kita sudah melihat, pengguna BBM selama ini kan bukan orang-orang yang tepat guna, jadi sasarannya sudah salah. Ada dual price juga, untuk yang pelat hitam sekian, sedangkan masyarakat yang lain sekian. Ini kan berarti ada dua market untuk satu barang," tukasnya.

Destry mengutarakan, konversi energi dari BBM ke bahan bakar gas (BBG) seharusnya difokuskan pemerintah dalam jangka menengah ketimbang berbagai alternatif yang coba dilakukan sekarang ini.

"Sementara itu, di short term-nya kita harus menerapkan kebijakan yang mudah diimplementasikan di moneternya juga mudah dan realistis," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pupuk Indonesia Dorong...
Pupuk Indonesia Dorong Percepatan Konversi Motor BBM ke Listrik
Wuih! Ada 1.000 Unit...
Wuih! Ada 1.000 Unit Konversi Motor Jadi Listrik Gratis di Jabodetabek, Buruan Daftar!
Pertamina Siapkan 56.000...
Pertamina Siapkan 56.000 Paket Konversi LPG untuk Nelayan Tahun Ini
Tekan Impor BBM, PLN...
Tekan Impor BBM, PLN Konversi 250 MW PLTD ke PLTS di 2022
Anggota DPR RI Minta...
Anggota DPR RI Minta Kuota Minyak Tanah di Maluku Dikembalikan
1 Juta Keluarga di Jabar...
1 Juta Keluarga di Jabar Bakal Dapat Program Konversi Gas ke Listrik
Berita Terkini
SYAFIF 2026 di Banjarmasin,...
SYAFIF 2026 di Banjarmasin, Prudential Syariah Gencarkan Literasi Keuangan
12 menit yang lalu
Pasar Mulai Cemas, Mata...
Pasar Mulai Cemas, Mata Uang Rupee India Kehabisan Napas justru Saat Dolar AS Lemah
31 menit yang lalu
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
1 jam yang lalu
Istana Sebut Tarif Listrik...
Istana Sebut Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Daya Beli Jadi Prioritas
2 jam yang lalu
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
3 jam yang lalu
IHSG Kokoh di Zona Hijau,...
IHSG Kokoh di Zona Hijau, Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.933
3 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved