Defisit APBN diperkirakan lampaui 1,65%

Jum'at, 19 April 2013 - 10:38 WIB
Defisit APBN diperkirakan...
Defisit APBN diperkirakan lampaui 1,65%
A A A
Sindonews.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan melampaui 1,65 persen. Penyebab meningkatnya defisit tersebut terutama disebabkan oleh faktor global yang menekan harga komoditas dan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Itu tidak bisa dijaga di defisit 1,65 persen, mungkin akan terjadi peningkatan di atas 2 persen, tapi pasti di bawah 2,4 persen,” ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo seperti dikutip dari situs resmi Kemenkeu, Jumat (19/4/2013).

Agus menambahkan, setelah memasukkan semua faktor dalam perhitungan, termasuk dengan mempertimbangkan kebijakan BBM, maka diperkirakan defisit akan melebihi 1,63 persen.

“Secara umum kita perhatikan, defisit fiskal dengan adanya krisis global, harga komoditas masih tertekan dan ekspor ke negara maju agak melambat, itu satu kondisi atau risiko, tapi BBM subsidi risiko lain. Oleh karena itu, ini (krisis global) akan direspons. Ini (BBM bersubsidi) pun akan direspons. Di sisi lain, perdagangan dan transaksi berjalan juga ada defisit,” jelasnya.

Sementara itu, terkait asumsi pengurangan BBM bersubsidi, Menkeu belum mau berkomentar selama belum ada keputusan akhir. “Saya tidak bisa komentar kalau harga. Saya tidak bisa sampaikan. Jangan sampai kita beri informasi yang kurang seimbang” pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
20 menit yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
51 menit yang lalu
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
1 jam yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
1 jam yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
2 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
2 jam yang lalu
Infografis
Kerugian Kebakaran Los...
Kerugian Kebakaran Los Angeles Lampaui Bantuan AS ke Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved