Pertumbuhan harga saham di pasar modal naik 2.000%

Kamis, 25 April 2013 - 10:34 WIB
Pertumbuhan harga saham...
Pertumbuhan harga saham di pasar modal naik 2.000%
A A A
Sindonews.com - Sepuluh tahun terakhir ini, dunia inventasi di Indonesia berkembang cukup pesat. Hal ini dibuktikan dengan pertumbuhan perusahaan emiten yang mencapai 18-20 persen.

Bahkan, pertumbuhan harga saham perusahaan nasional di pasar modal naik hingga 2.000 persen. Kondisi ini memberikan peluang ekonomi cukup besar bagi masyarakat yang ingin investasi di sektor finansial.

"Investasi saham tumbuh luar biasa. Dalam jangka panjang perkembangan investasi di Indonesia akan semakin baik," kata Wakil Direktur Mandiri Investa, David Jonas dalam kuliah umum 'Portofolio Investasi Reksa Dana' di Fakultas Ekonomika dan Bisnis, UGM, Kamis (25/4/2013).

Jonas menyebutkan beberapa perusahaan nasional Indonesia sejak 17 tahun lalu mengalami pertumbuhan kenaikan harga saham di pasar modal. Misalnya perusahaan Astra, nilai sahamnya meningkat 2.000 persen dibanding pada 1996. Begitu juga perusahaan Unilever yang sahamnya tumbuh 1.800 persen. "Dalam enam tahun saham Bank Mandiri naik 1.600 persen," ujarnya.

Reksa dana, menurut Jonas bisa menjadi pilihan untuk berinvestasi karena di reksa dana dikelola oleh manajer investasi. Selain dana investasi terjangkau, juga menawarkan diversifikasi investasi. Bahkan kinerja investasi dimonitor secara harian manajer investasi dan diawasi Bapepam-LK.

"Di reksa dana, transaksinya semudah melakukan transaksi di perbankan, pembelian dan pencairan investasi juga terdiversifikasi," jelas dia.

Jonas mencontohkan, keuntungan investor di reksa dana lewat skema yang ditawarkan reksa dana Mandiri misalnya jika investor menginvetasikan 100.000 per bulan selama 30 tahun, maka dia akan mendapatkan hasil investasi sebesar Rp2,3miliar. Keuntungan tersebut juga akan bertambah jika dana yang ditanamkan juga bertambah.

"Lewat reksadana, kualitas hidup anda 30 tahun mendatang bisa anda rencanakan," katanya.

Praktisi Perencana Keuangan, Taufik Gumulya mengatakan, untuk bisa menjadi kaya, satu-satunya cara adalah investasi. Menurutnya investasi finansial belum menjadi tren di masyarakat. Padahal model investasi keuangan ini memberikan tambahan penghasilan yang jauh lebih besar.

"Investasi itu untuk menghindari defisit. Semakin tambah usia maka semakin banyak pengeluaran karena faktor utang. Bagi yang sudah punya pendapatan seharusnya menjaga agar masa depannya tidak terjadi defisit, caranya lewat investasi," ujar Taufik.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Literasi Investasi Saham...
Literasi Investasi Saham Berbasis Syariah
Pembukaan Perdagangan...
Pembukaan Perdagangan Dalam Rangka HUT ke-47 Pasar Modal Indonesia
Penghimpunan Dana di...
Penghimpunan Dana di Pasar Modal pada Juni 2023 Sebesar Rp154,13 Triliun
Kolaborasi untuk Menciptakan...
Kolaborasi untuk Menciptakan 1 Juta Investor Baru di Pasar Modal
AEI Rayakan HUT ke-37,...
AEI Rayakan HUT ke-37, Pasar Modal Indonesia Terus Tunjukan Penguatan
Alhamdulillah, Belajar...
Alhamdulillah, Belajar Analisis Fundamental Syariah GRATIS di Webinar MNC Sekuritas!
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
3 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
4 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
5 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
6 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
6 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved