Ada mekanisme yang salah dalam pendistribusian solar

Kamis, 25 April 2013 - 10:54 WIB
Ada mekanisme yang salah...
Ada mekanisme yang salah dalam pendistribusian solar
A A A
Sindonews.com – Anggota Komisi VII DPR RI, Rofi Munawar mengatakan bahwa kelangkaan solar semakin parah merambah jalur pantai utara Surabaya-Bali. Sedangkan pelaku usaha kecil dan menengah di Sumatera Utara terancam tidak berproduksi akibat kesulitan mendapatkan solar bersubsidi.

Jika kelangkaan ini dibiarkan berlarut-larut, akan menimbulkan gejolak sosial dan mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.

“Pemerintah harus bertindak segera mengatasi kelangkaan ini dan tidak boleh membiarkan situasi berlarut-larut. Antrean solar di Provinsi Jatim dan beberapa daerah di Indonesia menunjukan bahwa ada mekanisme yang salah dalam distribusi solar selama ini,” kata Rofi dalam keterangan tertulisnyanya di Jakarta, kamis (25/4/2013).

PT Pertamina Region V Jatim mulai bulan ini mengurangi pasokan solar bersubsidi sebesar 5 persen. Sesuai penugasan pemerintah, kuota solar bersubsidi yang menjadi tanggung jawab Pertamina tahun ini lebih rendah 8,3 persen dibanding realisasi penyaluran tahun lalu. Secara nasional, kuota solar bersubsidi tahun 2012 sebesar 15,56 juta kiloliter (kl), turun menjadi 14,28 juta kl pada tahun ini.

Di wilayah Jatim, hingga saat ini jumlah SPBU yang dapat melayani pembelian BBM nonsubsidi sebanyak 669 unit untuk Pertamax/Plus dan 81, diantaranya juga menyediakan Pertamina DEX melalui pompa dispenser.

Rofi menambahkan, pemerintah saat ini melakukan pengendalian tanpa memperhatikan kebutuhan dan sosialisasi yang intensif kepada masyarakat. Kelangkaan solar saat ini telah berdampak luas kepada sektor kehidupan lainnya, seperti para nelayan kesulitan mendapatkan pasokan solar untuk melaut, petani terkendala dalam melakukan penggilangan padi pasca panen, terhambatnya distribusi komoditas pokok dan timbulnya kemaceten yang membuat biaya logistik meningkat.

“Pemerintah dan BPH Migas harus secara serius menginventarisir dengan baik seluruh kelemahan distribusi yang terjadi. Jika memang pasokan kurang, maka harus mengambil langkah solusi segera. Begitupun jika terjadi penyimpangan, maka harus segera ditindak dan diberikan sanksi yang tegas pelakunya, karena dalam kondisi seperti ini sangat rentan penyalahgunaan dari pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegas Rofi.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani di Wajo Sebut...
Petani di Wajo Sebut Kelangkaan BBM Subsidi Akibat Dijual Ilegal
Solar Langka, Nelayan...
Solar Langka, Nelayan di Maros Terpaksa Libur Melaut
Sorong Krisis BBM, Pertamina...
Sorong Krisis BBM, Pertamina Bantah dan Minta Warga Tak Panik
Kelangkaan BBM di Balikpapan,...
Kelangkaan BBM di Balikpapan, Pertamina Minta Maaf dan Ungkap Penyebabnya
Solar di Gresik Kosong,...
Solar di Gresik Kosong, Nelayan dan Petani Kelimpungan
Antrean Panjang Solar...
Antrean Panjang Solar Bersubsidi Picu Kemacetan, Pertamina Bilang Begini
Berita Terkini
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
1 jam yang lalu
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
1 jam yang lalu
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
1 jam yang lalu
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan...
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan Lingkungan melalui Wisata Edukasi
2 jam yang lalu
MNC Insurance Sabet...
MNC Insurance Sabet Penghargaan Anugerah Asuransi Indonesia 2026
2 jam yang lalu
Dukung Ketahanan Air...
Dukung Ketahanan Air dan Pangan, Dua Bendungan Garapan Nindya Karya Diresmikan Presiden
3 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved