Penyertaan modal BUMD Kudus minim

Senin, 03 Juni 2013 - 10:47 WIB
Penyertaan modal BUMD...
Penyertaan modal BUMD Kudus minim
A A A
Sindonews.com - Penyertaan modal dari Pemerintah Kabupaten Kudus untuk sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kota Kretek hingga saat ini masih minim.

Kondisi ini membuat BUMD tersebut harus berjuang keras menghadapi kompetitor swasta yang bergerak dalam sektor yang sejenis. Berdasarkan peraturan daerah (Perda) yang mengatur soal BUMD, pemkab wajib menyertakan modal dasar untuk menunjang eksistensi perusda tersebut.

Dalam Perda tersebut juga dicantumkan nominal besaran penyertaan modal untuk sejumlah BUMD. Misalnya PDAM, dana penyertaan modal dasar dipatok sebesar Rp50 miliar. Sedang untuk Perusahaan Daerah (PD) Apotek Rp5 miliar dan PD Percetakan Rp5 miliar.

Meski amanat perda tersebut sudah dicantumkan sejak beberpa tahun lalu, namun hingga kini penyertaan modal dari Pemkab Kudus untuk BUMD masih minim. Hingga akhir 2012, penyertaan modal untuk PDAM Kudus baru sebesar Rp14,82 miliar, PD Percetakan Rp739,1 juta dan yang lebih miris jatah untuk PD Apotek yang besarnya hanya Rp296,78 juta.

Direktur PD Apotek Kudus, Chusni Mubaroq mengakui jika penyertaan modal dasar untuk perusda yang dipimpinnya memang masih minim. Sejak belasan tahun lalu, penyertaan modal dasar dari Pemkab Kudus hanya Rp296,78 juta. Kondisi ini membuat PD Apotek sulit berkembang.

Apalagi, kata dia, saat ini para kompetitor swasta yang rata-rata merupakan nama besar di dunia farmasi Indonesia semakin agresif menggarap pasar di Kudus.

"Kalau sekedar survive kami bisa. Buktinya hingga kini PD Apotek masih bisa beroperasi. Tapi untuk berkembang kendalanya banyak kalau modalnya tidak besar," kata Mubaroq di Kudus, Senin (3/6/2013).

Pihak PD Apotek mengaku sudah berkoordinasi dengan jajaran Pemkab Kudus. Hasilnya, akhir Mei 2013 PD Apotek kembali dikucuri dana penyertaan modal sebesar Rp2 miliar.

"Tapi kalau dihitung, total dana yang kita terima belum ada 50 persen dari kewajiban pemkab. Tapi tidak masalah kita tetap berupaya maksimal agar bisa lebih eksis," terangnya.

Dana tersebut, lanjut Mubaroq, rencananya akan digunakan untuk pembangunan laboratorium dan poliklinik. Dia yakin langkah terobosan tersebut akan membuat daya saing PD Apotek lebih kuat. Sebab tidak semua kompetitor swasta mempunyai fasilitas serupa.

"Kalau ada dana lagi kita bisa saja membuat klinik kecantikan. Ini murni bisnis, jadi tidak masalah karena memang tak dilarang," ucapnya.

Sementara, Kabag Perekonomian Setda Kudus, Dwi Agung Hartono mengatakan, pihaknya berupaya menggenjot eksistensi sejumlah BUMD dengan mengucurkan lagi dana penyertaan modal dasar.

Pada Mei 2013, pihaknya mengucurkan dana segar sebesar Rp11 miliar. Suntikan modal ini diberikan kepada tiga BUMD. Yaitu, untuk PDAM Kudus sebesar Rp7 miliar, PD Apotek Rp2 miliar dan PD Percetakan Kudus sebesar Rp2 miliar.

"Landasan pengucuran dana ini adalah Perbup Kudus Nomor 9/2013 tentang APBD Tahun Anggaran 2013," ungkapnya.

Agung berharap performa tiga BUMD tersebut bisa lebih maksimal seiring suntikan modal tersebut. BUMD ini juga harus bisa bersaing dengan kompetitor swasta yang bergerak di bidang yang sama.

"Lihat saja itu PD Percetakan Kudus. Alat-alat di sana masih manual dan ketinggalan zaman. Semoga dengan dana ini mereka bisa lebih fight," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BUMD Binaan Anies Sabet...
BUMD Binaan Anies Sabet 3 Gelar Bergengsi, JIEP Melesat lewat Inovasi
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Raih Dua Penghargaan Bergengsi Top BUMD Awards 2025
PT Migas Perseroda Bekasi...
PT Migas Perseroda Bekasi Raih 2 Penghargaan Top BUMD Awards 2024
BUMD Pemprov Jatim Ini...
BUMD Pemprov Jatim Ini Peroleh Alokasi Gas Wilayah Kerja Ketapang
Pemprov Jatim Teken...
Pemprov Jatim Teken MoU Rp8,59 Triliun dengan GTDC Maroko
Food Station Borong...
Food Station Borong 6 Penghargaan BUMD Marketeers Award 2020
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
55 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
2 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved