Pemerintah harus perkuat data sebelum beri kompensasi

Selasa, 04 Juni 2013 - 14:24 WIB
Pemerintah harus perkuat...
Pemerintah harus perkuat data sebelum beri kompensasi
A A A
Sindonews.com - Sebelum menerapkan kompensasi atas kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), pemerintah diharapkan mampu melakukan penguatan data dan perencanaan serta evaluasi.

Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah (Otda), Velix Vernando Wanggai mengatakan, ada beberapa hal yang harus ditekankan kepada pemerintah terkait dengan penerapan kompensasi, salah satunya Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM).

Menurutnya, penguatan di dalam konteks data serta perencanaan dalam hal ini penyiapan data by name by address untuk mendata daerah-daerah yang menjadi prioritas. Hal ini merupakan tugas pemerintah pusat dan Pemda untuk saling bersinergi.

"Jadi antara pemerintah pusat dan daerah saling mengsingkronkan untuk memberikan bantuan langsung. Jangan sampai terjadi tumpang tindih. Itu harapan Presiden," ujarnya saat ditemui di Kantor Kemensos, Jakarta, Selasa (4/6/2013).

Velix mengatakan, selain pendataan strategi data dan perencanaan, juga menjadi bagian dari strategi distribusi. Terkait dengan BLSM, kementerian dan stakeholder yang saling bersinergis seperti Kemensos, Bulog, Kemendagri dan kantor Pos adalah pelaksana distrubusi tingkat provinsi maupun kabupaten kota, tetapi juga tingkat paling bawah.

"Dalam hal ini Presiden menekankan agar strategi distribusi pelaksanaan bantuan harus dikelola baik dari pusat sampai yang paling bawah," ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, strategi, evaluasi dan pengawasan mulai dilakukan bukan saja dalam pelaksanaan. Namun, hal tersebut dilakukan saat dimulainya persiapan data.

Menurutnya, pendistribusian di bawah sudah terindentifikasi sehingga strategi dan evaluasi menjadi efektif dilakukan. Misalnya, pelaksanaan BLSM merupakan hal yang sangat krusial selama 3-6 bulan.

Terkait hal ini, pemerintah harus melihat ada tingkat variasi harga dalam pendistribusian penduduk dan kondisi geografis sesuai dengan konteks nasional. Dalam hal ini kebijakan BLSM, raskin dan BSM.

"Ini sebuah kegiatan khusus dalam konteks variasi wilayah tetapi tetap dalam konteks nasional yang harus disesuaikan dengan keadaan daerah tersebut," kata dia.

Velix menuturkan, meskipun BBM naik, namun kebijakan fiskal, pertumbuhan masyarakat dan daya beli tetap stabil dengan diberikanya kompensasi tersebut.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga BBM Pertamina...
Harga BBM Pertamina Naik Mulai Maret 2026, Ini Daftar Terbarunya
3 Jenis BBM Pertamina...
3 Jenis BBM Pertamina Naik, Intip Perbandingan Harga dengan Shell, Vivo dan BP
BBM Nonsubsidi Naik...
BBM Nonsubsidi Naik Drastis per 18 April 2026, Mobil Premium dan Pajero-Fortuner Paling Boncos!
Pemanfaatan BBM Subsidi...
Pemanfaatan BBM Subsidi Selama Ini Dinilai Salahi Prinsip Keadilan
Kenaikan BBM Mendadak,...
Kenaikan BBM Mendadak, SPBU di Gunungkidul Pilih Tutup hingga Mesin Disesuaikan Harga
Harga BBM Naik, Isi...
Harga BBM Naik, Isi Tangki Full City Car Honda Brio Butuh Setengah Juta Rupiah
Berita Terkini
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
12 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
51 menit yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
1 jam yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
1 jam yang lalu
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
1 jam yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
1 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved