Firmanzah: Menaikkan BBM pilihan yang pahit

Senin, 10 Juni 2013 - 09:59 WIB
Firmanzah: Menaikkan...
Firmanzah: Menaikkan BBM pilihan yang pahit
A A A
Sindonews.com - Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan, Firmanzah menyampaikan rasa syukurnya berkenaan dengan telah tercapainya kesepakatan antara Pemerintah dan DPR RI tentang sejumlah hal strategis untuk membuat fiskal (APBN) menjadi elemen penting untuk resiliensi (pertahanan) dan juga sebagai salah satu motor penggerak pembangunan nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Firmanzah menanggapi kesepakatan Pemerintah dan DPR terhadap dua komponen penting RAPBN-P 2013, yaitu revisi asumsi makro 2013 dan dana kompensasi terkait kenaikan harga Bahan bakar Minyak (BBM) bersubsidi telah mendapat persetujuan dari Komisi VIII DPR-RI.

Selain itu juga, program penghematan belanja di Kementrian/Lembaga sebesar Rp24,6 triliun juga dibahas untuk terus meningkatkan ketahanan fiskal dan mengurangi defisit anggaran dari sisi pengeluaran APBN.

Firmanzah mengatakan, kebijakan menaikkan BBM memang kebijakan tidak populis dan merupakan pilihan yang pahit. "Namun demi kepentingan bangsa dan generasi mendatang, kebijakan ini perlu dilakukan," ujarnya seperti dikutip dari situs Setkab, Senin (10/6/2013).

Firmanzah menguraikan, dari sisi permintaan, trend konsumsi BBM yang terus menunjukkan lonjakan dalam beberapa waktu terakhir merupakan ancaman tidak hanya terhadap fiskal tetapi juga memberi tekanan kesinambungan energi.

Sementara dari sisi pasokan, menurunnya produksi minyak dunia akibat menipisnya cadangan minyak dunia telah berdampak pada volatilitas harga minyak dunia, serta diliputi oleh serentetan aksi spekulasi di pasar global.

“Bagi Pemerintah, kondisi ini akan semakin membebani fiskal dan berpotensi menghambat sejumlah agenda pembangunan yang sedang berjalan. Tekanan lonjakan konsumsi BBM subsidi di tengah menurunnya produksi minyak nasional merupakan ancaman serius bagi kesehatan fiskal dan neraca perdagangan. Fenomena defisit ganda (twin-deficit) yang dialami beberapa waktu terakhir ini merupakan salah satu konsekuensi dari tidak terkendalinya BBM subsidi,” papar Firmanzah.

Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu memaparkan, alokasi subsidi BBM dalam APBN 2013 ditargetkan sebesar 46 juta KL dengan nilai mencapai Rp 193,8 triliun. Namun tren konsumsi Januari hingga Maret 2013, realisasi konsumsi BBM bersubsidi telah mencapai 10,74 juta KL atau 6 persen lebih tinggi dari target kuota yang telah ditentukan.

Dengan tren konsumsi seperti ini, menurut Firmanzah, diperkirakan permintaan BBM bersubsidi akan melonjak mencapai 53 juta KL dengan nilai mencapai Rp 297,7 triliun. Kondisi ini tentunya akan membebani kesehatan fiskal dimana defisit fiskal akan mencapai Rp 353,6 triliun atau 3,8 persen dari PDB (melebihi batas yang ditetapkan Undang Undang).

“Jadi, kebijakan menaikkan harga BBM subsidi secara terbatas dan terukur serta penghematan anggaran di sejumlah di Kementerian/Lembaga dilakukan untuk menyelamatkan fiskal dan proses pembangunan yang sedang berjalan di sejumlah wilayah di Indonesia,” jelas Firmanzah.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga BBM Pertamina...
Harga BBM Pertamina Naik Mulai Maret 2026, Ini Daftar Terbarunya
3 Jenis BBM Pertamina...
3 Jenis BBM Pertamina Naik, Intip Perbandingan Harga dengan Shell, Vivo dan BP
BBM Nonsubsidi Naik...
BBM Nonsubsidi Naik Drastis per 18 April 2026, Mobil Premium dan Pajero-Fortuner Paling Boncos!
Pemanfaatan BBM Subsidi...
Pemanfaatan BBM Subsidi Selama Ini Dinilai Salahi Prinsip Keadilan
Kenaikan BBM Mendadak,...
Kenaikan BBM Mendadak, SPBU di Gunungkidul Pilih Tutup hingga Mesin Disesuaikan Harga
Harga BBM Naik, Isi...
Harga BBM Naik, Isi Tangki Full City Car Honda Brio Butuh Setengah Juta Rupiah
Berita Terkini
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
24 menit yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
24 menit yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
39 menit yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
45 menit yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
1 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
1 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved