Turunkan target pajak, pemerintah dinilai tak rasional

Senin, 10 Juni 2013 - 14:23 WIB
Turunkan target pajak,...
Turunkan target pajak, pemerintah dinilai tak rasional
A A A
Sindonews.com - Direktur Institute for Develompment of Economic and Finance (Indef), Enny Sri Hartati menilai, langkah pemerintah yang ingin menurunkan target pendapatan pajak di tengah rencana menaikkan harga minyak, sebuah langkah yang tidak rasional.

"Sehingga hal ini malah memanjakan birokasi dengan menyetujui penurunan penerimaan pajak. Ini jelas tindakan yang tidak adil, apalagi di tengah kenyataan praktik korupsi pajak dan potensi penerimaan yang belum digarap (seperti ketaatan wajib pajak yang rendah)," katanya di Apartemen Park Royal, Jakarta, Senin (10/6/2013).

Menurut dia, seharusnya langkah pemerintah yang ingin menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), harus dibarengi dengan pengawasan yang ketat dan sungguh-sungguh terhadap penggunaan BBM bagi mobil dinas, sehingga tidak membebani APBN.

"Apalagi diperparah dengan konfigurasi utang yang semakin membebani anggaran tersebut justru tidak dimanfaatkan secara optimal. Tercermin hingga akhir Mei 2013 anggaran baru terserap 31,4 persen bahkan belanja modal baru mencapai 13,8 persen," jelasnya.

Enny menjelaskan, semakin tidak rasionalnya rencana pemerintah yang ingin menurunkan target pendapatan dari pajak, semakin terlihat bahwa pemerintah belum menyelesaikan permasalahan.

Selama ini hanya sekitar 55 persen saja dari pemilik NPWP pribadi yang membayar pajak dan 33 persen untuk NPWP badan usaha. "Yang paling signifikan terletak pada PPH-nya," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Aksi Menuntut Reformasi...
Aksi Menuntut Reformasi Pegawai Pajak
Diskon Pajak Mobil Baru...
Diskon Pajak Mobil Baru Berlaku Mulai 1 Maret 2021
Negara yang Kaya Tanpa...
Negara yang Kaya Tanpa Memungut Pajak dari Rakyatnya
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Kapolri: Polri akan...
Kapolri: Polri akan Kawal Kepatuhan Wajib Pajak untuk Bayar Pajak
Adaro Raih Penghargaan...
Adaro Raih Penghargaan Wajib Pajak
Berita Terkini
Kinerja Tumbuh 21,17%,...
Kinerja Tumbuh 21,17%, Patra Logistik Catat Pendapatan Rp3,25 Triliun di 2025
16 menit yang lalu
Setelah Chatib Basri,...
Setelah Chatib Basri, Menkes Merapat ke Istana Temui Prabowo
35 menit yang lalu
Menko Yusril Beberkan...
Menko Yusril Beberkan Delapan Arahan Pelayanan Publik yang Bersih
1 jam yang lalu
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
1 jam yang lalu
Jakpro Gandeng Feel...
Jakpro Gandeng Feel Good Network Garap Naming Rights JIS
1 jam yang lalu
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
2 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved