CPRO segera teken restrukturisasi utang

Jum'at, 14 Juni 2013 - 21:15 WIB
CPRO segera teken restrukturisasi...
CPRO segera teken restrukturisasi utang
A A A
Sindonews.com - Proses penandatangan terkait restrukturisasi utang PT Central Proteinaprima Tbk (CPRO) rencananya segera direalisasikan dalam waktu dekat.

Direktur Utama CPRO, Mahar A Sembiring mengaku, kabar penandatanganan tersebut akan dilakukan pada awal pekan depan. Namun demikian, pihaknya belum mau memastikan kebenaran kabar tersebut. Sehingga dia meminta khalayak untuk bersabar hingga bulan depan.

"Itu belum begitu pasti, jadi biar aman kami pastikan saja akhir bulan ini," ujar dia di gedung BEI, Jakart, Jumat (14/6/2013).

Restrukturisasi ini, kata Mahar, sebenarnya telah mendapatkan pengesahan dari pengadilan Singapura pada 14 Mei lalu. Hasil restrukturisai tersebut terangkum dalam Amended and Restated Notes dan bersifat mengikat terhadap CPRO dan pemegang obligasi.

Dalam Amended and Restated Notes tersebut disebutkan, pokok utang obligasi adalah tetap, yaitu USD325 juta dan tenor obligasinya diperpanjang hingga 2020.

Menurutnya, yang berubah hanyalah posisi bunga yang sebelumnya sebesar 11 persen per tahun berkurang menjadi 2 persen (tahun ke-1 dan ke-2), 4 persen (tahun ke-3 dan ke-4), 6 persen (tahun ke-4 dan ke-5), dan 8 persen (tahun ke-6 dan ke-8).

Mahar menjelaskan, pembayaran pokok utang obligasi bakal dimulai pada tahun keenam hingga kedelapan. Sementara pembayaran bunga dilaksanakan dua kali dalam setahun (30 Juni dan 31 Desember). "Besarannya setengah dari bunga yang berlaku pada tahun tersebut," ungkapnya.

Sementara, utang perseroan yang dimaksud adalah utang yang berasal dari obligasi yang diterbitkan anak usaha CPRO, Blue Ocean Resources Pte Ltd (BOR) yang diterbitkan pada 2007 silam, serta memiliki tenor lima tahun. Nilai obligasi tersebut mencapai Rp325 juta.

Sayang, beberapa saat setelah menerbitkan obligasi, ada semacam virus yang menyerang ternak udang termasuk udang milik BOR sehingga menyebabkan produksi perseroan langsung anjlog sangat dalam.

Hal tersebut mengakibatkan emiten ini langsungan kehilangan sumber dayanya untuk membayar utang.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan...
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan Terbesar PLN
Dipolisikan, PT Darmi...
Dipolisikan, PT Darmi Bersaudara Tbk Nilai Ada Upaya Kriminalisasi
Beri Cek Kosong, Dirut...
Beri Cek Kosong, Dirut PT Darmi Bersaudara Tbk Dipolisikan
Pemkab Terima Bantuan...
Pemkab Terima Bantuan Tabung Oksigen dari PT Timah Tbk
MNC Land Ganti Nama...
MNC Land Ganti Nama Jadi PT MNC Tourism Indonesia Tbk
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Catat Laba Bersih Rp101,3 Miliar
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
Ukraina Menolak Bayar...
Ukraina Menolak Bayar Utang Rp5.705 Triliun kepada AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved