Perbankan masih kaji dampak kenaikan BI Rate

Minggu, 16 Juni 2013 - 18:27 WIB
Perbankan masih kaji...
Perbankan masih kaji dampak kenaikan BI Rate
A A A
Sindonews.com - Kalangan pelaku perbankan nasional masih mengkaji dampak dari kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin atau 6 persen.

Pelaku perbankan melihat kemungkinan revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) dan kenaikan margin pembiayaan yang menyesuaikan kenaikan BI Rate. Head PermataBank Syariah, Achmad Kusna Permana mengaku masih melakukan kajian terhadap RBB Bank yang dipimpinnya.

Pihaknya memastikan ada dampak kenaikan rate dalam mekanisme murabahah karena acuannya masih kepada lending rate perbankan konvesional. "Acuan syariah kan masih memakai acuan konvesional jadi selisih margin syariah juga pasti naik," katanya di Jakarta akhir pekan lalu.

Selain margin pembiayaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Permata Syariah juga akan meningkat seiring dengan naiknya margin deposito yang diberikan perbankan. Namun Bank Permata Syariah masih mengkaji kenaikan margin deposito dan pembiayaan perbankan tersebut.

"Pasti ada dampak dan ini yang coba kita telusuri, yang pasti jika margin deposito naik maka margin pembiayaan juga naik," katanya.

Sementara, Direktur Bank Syariah Mandiri (BSM), Amran Nasution mengakui akan menaikan margin pembiayaan bagi sektor konsumer di BSM. Menurutnya sektor ini yang paling berpengaruh dengan kenaikan BI Rate karena terhitung masih rendah.

Berbeda dengan margin pembiayaan korporasi yang masih terhitung tinggi di BSM. "Korporasi masih tinggi, jadi enggak akan kami naikkan sedangkan komersial rendah dengan rate sebesar 11-12 persen, untuk sementara masih kita kaji tapi kemungkinan besar di konsumer," katanya.

Sebagai tambahan BI Rate dinaikan untuk menjaga likuiditas rupiah. Kenaikan BI Rate dilakukan BI untuk memperkuat nilai tukar rupiah. BI menilai kenaikan nilai tukar rupiah akan memperbaiki iklim investasi dan menambah investasi yang berdampak kepada peningkatan cadangan devisa pemerintah.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI-Rate Tetap di Level...
BI-Rate Tetap di Level 6,25 Persen
Breaking News! BI Pangkas...
Breaking News! BI Pangkas Suku Bunga Jadi 6%
Tok! BI Turunkan Suku...
Tok! BI Turunkan Suku Bunga Acuan ke Level 5,75 Persen
Perry Warjiyo Ungkap...
Perry Warjiyo Ungkap Ada Ruang Penurunan BI Rate di Penutup Tahun 2024
4 Kali Pangkas Suku...
4 Kali Pangkas Suku Bunga Acuan, Gubernur Perry: BI Rate Masih Bisa Turun Lagi
Ekonom: BI Berpeluang...
Ekonom: BI Berpeluang Lanjutkan Pemangkasan BI Rate hingga 5,50% Akhir 2024
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
8 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
8 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
9 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
9 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
9 jam yang lalu
Infografis
Tiga Dampak Jika Kanada...
Tiga Dampak Jika Kanada Ingin Bergabung dengan Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved