Harga minyak di Asia terdorong konflik Timur Tengah

Selasa, 18 Juni 2013 - 10:54 WIB
Harga minyak di Asia...
Harga minyak di Asia terdorong konflik Timur Tengah
A A A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan Asia hari ini naik, terdorong kekhawatiran konflik Suriah dan kerusuhan politik di Turki.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Juli, naik lima sen menjadi USD97,82 per barel. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Agustus naik tiga sen menjadi USD105,50.

"Ini perang Suriah. Minyak selalu sangat sensitif terhadap semua jenis krisis atau potensi krisis," kata Kelly Teoh, ahli strategi pasar IG Markets, Singapura, seperti dilansir dari AFP, Selasa (18/6/2013).

Situasi di Suriah mendominasi pembicaraan awal pertemuan puncak Kelompok Delapan (G8) di Irlandia Utara, di tengah kekhawatiran konflik lebih luas di Timur Tengah.

Harga melonjak sejak pekan lalu, setelah para pejabat AS mengatakan, mereka memiliki bukti penggunaan senjata kimia oleh pasukan pendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad dan mengisyaratkan Washington akan mulai mempersenjatai oposisi.

David Lennox, analis sumber daya Fat Prophets, Sydney mengemukakan, para pedagang juga mengawasi pertemuan Federal Reserve AS (Fed), Rabu (19/6/2013), untuk melihat rencana program stimulus yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif.

"Perasaan tidak akan ada scaleback dalam pelonggaran kuantitatif, dan Federal Reserve akan terus mendukung pertumbuhan. Ini untuk menjaga pasar tetap buoyant," kata Lennox.

Dia juga melihat keprihatinan peristiwa di Turki, yang memperingatkan mungkin melibatkan tentara untuk membantu memadamkan protes anti-pemerintah selama hampir tiga pekan.

Harga patokan minyak utama (dunia) New York, kemarin, mencapai puncak dalam sembilan bulan, karena para pedagang khawatir krisis Suriah bisa memukul pasokan minyak mentah di Timur Tengah.

Kontrak utama New York, West Texas Intermediate (WTI), minyak mentah light sweet untuk pengiriman Agustus, mencapai USD98,67 per barel, level terakhir yang terlihat pada September 2012. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Agustus naik menjadi USD106,67 per barel, titik tertinggi sejak 3 April 2013.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
7 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
8 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
10 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
11 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
12 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
14 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved