Delisting dari bursa New York, ISAT klaim tak pengaruhi kinerja

Selasa, 18 Juni 2013 - 16:49 WIB
Delisting dari bursa...
Delisting dari bursa New York, ISAT klaim tak pengaruhi kinerja
A A A
Sindonews.com - PT Indosat Tbk (ISAT) optimistis bahwa langkah perseroan menghapuskan pencatatan (delisting) American Depository Receipts (ADR) miliknya dari New York Stock Exchange (NYSE) pada bulan Mei 2013 lalu tidak akan mempengaruhi kinerja perseroan ke depan.

Direktur Utama ISAT, Alexander Rusli menilai, alasan yang sebelumnya dipakai perseroan untuk mencatatkan sahamnya di NYSE, dianggap sudah tidak sesuai dengan kinerja perseroan secara aktual saat ini dimana bursa saham Tanah Air sudah lebih mapan dibanding masa lalu.

"Memang Indosat itu listing di NYSE karena waktu itu Indonesia bursa sahamnya belum mantap. Jadi banya provider yang memilih listing di sana (NYSE). Tapi saat ini, di Indonesia lebih aktif perdagangannya, sudah lebih baik. Itu alasannya," terang Alex di Gedung Indosat, Jakarta, Selasa (18/6/2013).

Perlu diketahui, ADR adalah efek yang dapat diperdagangkan dan diterbitkan oleh bank kustodian di Amerika Serikat (AS). ADR ini sebagai pengganti atas kepemilikan langsung perusahaan asing yang diperdagangkan secara publik. Setiap ADR mewakili saham di perusahaan asing.

Sebelum penghapusan itu, ADR akan tetap berkedudukan sama dengan saham yang dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Perseroan sebelumnya menyampaikan, delisting tersebut merupakan tindak lanjut permintaan pemerintah Indonesia untuk meninjau kembali pencatatan saham di NYSE karena tren penurunan perdagangan saham di sana.

"Saat ini bursa saham Tanah Air sudah jauh lebih positif. Dampaknya (delisting) ke saham kita di BEI gak ada," tandas dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Haloo! Indosat Bagi...
Haloo! Indosat Bagi Dividen Rp2,06 Triliun, BUMN Dapat Berapa?
Terdampak Pandemi, Indosat...
Terdampak Pandemi, Indosat Rugi Rp457 Miliar di Kuartal III
4.000 Menara Indosat...
4.000 Menara Indosat Bakal Dijual, Masuk Tahap Awal Penjajakan
Dihajar COVID-19, Kinerja...
Dihajar COVID-19, Kinerja Indosat Ooredoo Diklaim Tetap Tumbuh
Bos Indosat Kompak Borong...
Bos Indosat Kompak Borong Saham ISAT, Ada Sinyal Apa?
Indosat M2 Berhenti...
Indosat M2 Berhenti Beroperasi, Pemerintah Diminta Lindungi Hak 500 Pekerja
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
6 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
6 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
6 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
6 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
7 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
7 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved