Harga minyak di dunia menguat
Selasa, 02 Juli 2013 - 19:17 WIB
Harga minyak di dunia menguat
A
A
A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan dunia hari ini menguat karena meningkatnya kekhawatiran atas kerusuhan di Mesir dan data ekonomi global yang cerah.
Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Agustus naik sembilan sen menjadi USD103,09 per barel dalam transaksi di London. Sementara kontrak utama New York, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) light sweet untuk Agustus, menambah 15 sen menjadi USD98,14 per barel.
Minyak mentah berjangka melonjak, akibat memuncaknya kekhawatiran tentang kondisi politik di Mesir serta tanda-tanda penguatan manufaktur di Eropa dan Amerika Serikat.
"Harga minyak terus pada pemulihan mulai kemarin. Seperti sebelumnya, semua risiko memberikan dukungan untuk harga minyak," kata analis Commerzbank, Carsten Fritsch, seperti dilansir dari AFP, Selasa (2/7/2013).
Fritsch menambahkan, "Meskipun Mesir bukan pengekspor minyak, Terusan Suez dan sejumlah pipa yang menjadikannya sebuah rute transit penting bagi minyak dari Afrika Utara dan wilayah Teluk."
Data optimis manufaktur AS meningkatkan harapan permintaan energi di konsumen minyak mentah terbesar dunia itu kuat.
"Minyak akan terus memiliki dukungan dari sentimen kemerahan tentang permintaan yang dibuat setelah data manufaktur AS sebagian besar positif," kata Desmond Chua, strategi pasar CMC Markets, Singapura.
Institute for Supply Management AS mencatat, indeks manajer pembelian (PMI), indikator aktivitas manufaktur Amerika naik menjadi 50,9 pada Juni, dari 49 pada bulan sebelumnya. Dari 18 industri manufaktur yang disurvei, 12 melaporkan pertumbuhan. Angka PMI di atas 50 menunjukkan ekspansi, sementara apa pun di bawah poin kontraksi.
Pada saat yang sama, data manufaktur zona euro datang lebih baik dari yang diharapkan, meningkatkan harapan pertumbuhan kembali di wilayah tersebut. Markit Eurozone Composite Purchasing Manager Index, naik menjadi 48,8 pada Juni - merupakan yang tertinggi dalam 16 bulan - dari 48,3 pada bulan sebelumnya.
Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Agustus naik sembilan sen menjadi USD103,09 per barel dalam transaksi di London. Sementara kontrak utama New York, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) light sweet untuk Agustus, menambah 15 sen menjadi USD98,14 per barel.
Minyak mentah berjangka melonjak, akibat memuncaknya kekhawatiran tentang kondisi politik di Mesir serta tanda-tanda penguatan manufaktur di Eropa dan Amerika Serikat.
"Harga minyak terus pada pemulihan mulai kemarin. Seperti sebelumnya, semua risiko memberikan dukungan untuk harga minyak," kata analis Commerzbank, Carsten Fritsch, seperti dilansir dari AFP, Selasa (2/7/2013).
Fritsch menambahkan, "Meskipun Mesir bukan pengekspor minyak, Terusan Suez dan sejumlah pipa yang menjadikannya sebuah rute transit penting bagi minyak dari Afrika Utara dan wilayah Teluk."
Data optimis manufaktur AS meningkatkan harapan permintaan energi di konsumen minyak mentah terbesar dunia itu kuat.
"Minyak akan terus memiliki dukungan dari sentimen kemerahan tentang permintaan yang dibuat setelah data manufaktur AS sebagian besar positif," kata Desmond Chua, strategi pasar CMC Markets, Singapura.
Institute for Supply Management AS mencatat, indeks manajer pembelian (PMI), indikator aktivitas manufaktur Amerika naik menjadi 50,9 pada Juni, dari 49 pada bulan sebelumnya. Dari 18 industri manufaktur yang disurvei, 12 melaporkan pertumbuhan. Angka PMI di atas 50 menunjukkan ekspansi, sementara apa pun di bawah poin kontraksi.
Pada saat yang sama, data manufaktur zona euro datang lebih baik dari yang diharapkan, meningkatkan harapan pertumbuhan kembali di wilayah tersebut. Markit Eurozone Composite Purchasing Manager Index, naik menjadi 48,8 pada Juni - merupakan yang tertinggi dalam 16 bulan - dari 48,3 pada bulan sebelumnya.
(dmd)
Lihat Juga :