Harga saham EKAD diproyeksi Rp540-590
Kamis, 04 Juli 2013 - 16:51 WIB
Harga saham EKAD diproyeksi Rp540-590
A
A
A
Sindonews.com - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memproyeksikan target harga PT Ekadharma International Tbk (EKAD) sepanjang tahun ini berada dalam kisaran Rp540-590 per lembar saham.
Sore ini, harga saham EKAD ditutup naik 5 poin atau 1,3 persen ke harga Rp390 per saham.
Proyeksi harga saham tersebut ditopang prospek kinerja perseroan tahun ini yang diprediksi positif didukung
capaian tahun sebelumnya dan pengembangan usaha dan produksi yang dilakukan produsen pita perekat ini pada 2013.
Economic Research Pefindo, Gilang Pramadhan mengatakan, EKAD sebagai pemeimpin pasar produk pita perekat telah mendistribusikan produknya ke berbagai kota besar di Tanah Air dan pasar ekspor.
"EKAD mendistribusikan produknya di pasar moder, tradisional dan langsung ke pengguna. Untuk menjangkau lebih banyak pelanggan domestik, EKAD terus memperluas jaringan distribusi dengan membuka cabang dan stock point di seluruh Indonesia," kata dia dalam risetnya, Kamis (4/7/2013).
Sementara dari sisi kinerja keuangan menunjukkan kinerja cukup baik. Meski penjualan pada kuartal I/2013 turun 12 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, namun menurut dia, tidak ada justifikasi yang kuat bagi EKAD untuk tidak mencatat pertumbuhan positif tahun ini.
Sementara dari sisi marjin, laba kotor, laba usaha dan laba bersih meningkat masing-masing menajdi 29,3 persen, 17,5 persen dan 12,7 persen pada kuartal I/2013. Kenaiakan tersebut lebih baik dari periode yang sama tahun lalu sebesar 24,8 persen, 15,6 persen dan 11,1 persen.
Di samping itu, EKAD juga akan meningkatkan kapasitas produksinya dua kali lipat. Kapasitas produksi perseroan saat ini sebesar 300 juta meter persegi (m2)/tahun, atau sekitar 25 juta m2/bulan.
"Dengan tingkat utilisasi yang cukup tinggi atau sekitar 67 pesren di 2012, EKAD memproduksi 228 juta m2, 14 persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Mengingat hal ini, EKAD berencana untuk melipatgandakan kapasitas terpasang menjadi 700 juta m2/tahun," tutur dia.
Sore ini, harga saham EKAD ditutup naik 5 poin atau 1,3 persen ke harga Rp390 per saham.
Proyeksi harga saham tersebut ditopang prospek kinerja perseroan tahun ini yang diprediksi positif didukung
capaian tahun sebelumnya dan pengembangan usaha dan produksi yang dilakukan produsen pita perekat ini pada 2013.
Economic Research Pefindo, Gilang Pramadhan mengatakan, EKAD sebagai pemeimpin pasar produk pita perekat telah mendistribusikan produknya ke berbagai kota besar di Tanah Air dan pasar ekspor.
"EKAD mendistribusikan produknya di pasar moder, tradisional dan langsung ke pengguna. Untuk menjangkau lebih banyak pelanggan domestik, EKAD terus memperluas jaringan distribusi dengan membuka cabang dan stock point di seluruh Indonesia," kata dia dalam risetnya, Kamis (4/7/2013).
Sementara dari sisi kinerja keuangan menunjukkan kinerja cukup baik. Meski penjualan pada kuartal I/2013 turun 12 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, namun menurut dia, tidak ada justifikasi yang kuat bagi EKAD untuk tidak mencatat pertumbuhan positif tahun ini.
Sementara dari sisi marjin, laba kotor, laba usaha dan laba bersih meningkat masing-masing menajdi 29,3 persen, 17,5 persen dan 12,7 persen pada kuartal I/2013. Kenaiakan tersebut lebih baik dari periode yang sama tahun lalu sebesar 24,8 persen, 15,6 persen dan 11,1 persen.
Di samping itu, EKAD juga akan meningkatkan kapasitas produksinya dua kali lipat. Kapasitas produksi perseroan saat ini sebesar 300 juta meter persegi (m2)/tahun, atau sekitar 25 juta m2/bulan.
"Dengan tingkat utilisasi yang cukup tinggi atau sekitar 67 pesren di 2012, EKAD memproduksi 228 juta m2, 14 persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Mengingat hal ini, EKAD berencana untuk melipatgandakan kapasitas terpasang menjadi 700 juta m2/tahun," tutur dia.
(rna)
Lihat Juga :