Harga minyak Asia melorot jelang data pekerjaan AS
Jum'at, 05 Juli 2013 - 12:00 WIB
Harga minyak Asia melorot jelang data pekerjaan AS
A
A
A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan Asia hari ini turun, karena investor mengawasi Mesir serta menunggu data pekerjaan AS yang bisa memberikan petunjuk apakah Federal Reserve (Fed) akan segera mengakhiri program stimulus besar-besaran.
Kontrak utama New York, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) light sweet untuk pengiriman Agustus, turun 26 sen menjadi USD100,98 per barel pada perdagangan pagi. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk Agustus, turun 14 sen menjadi USD105,40.
Pasar AS ditutup untuk liburan Hari Kemerdekaan pada Kamis (4/7/2013). "Perdagangan melambat hari ini karena investor melihat data pekerjaan AS pada Jumat, sebagai tanda-tanda mungkin stimulus mulai meruncing," kata Kelly Teoh, ahli strategi pasar IG Markets Singapura, seperti dilansir dari AFP, Jumat (5/7/2013).
Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan, klaim baru asuransi pengangguran, sinyal dari laju PHK jatuh ke 343.000 dalam pekan yang berakhir Jumat lalu, 5.000 di bawah pekan sebelumnya.
Berita tersebut menunjuk ke arah hasil positif dan lebih luas angka non-farm payrolls. Hasil yang kuat sebagai sinyal kenaikan ekonomi AS yang juga bisa menjadi tanda Fed akan mulai menurunkan skema USD85-miliar bulanan lebih awal pada pembelian obligasi.
Risiko kerusuhan berkepanjangan di Mesir setelah penggulingan Presiden Mohamed Morsi terus mendukung harga. Kepala hakim negara Adly Mansour dilantik sebagai presiden sementara.
"Investor terus mengawasi situasi di Mesir, tetapi tampaknya tidak ada hukuman apapun bagi mereka untuk mendorong keuntungan pada hari-hari sebelumnya," ujar Teoh.
Meskipun bukan eksportir minyak mentah utama, Mesir adalah jalur pengiriman penting, yaitu Terusan Suez dan jalur pipa penghubung.
Kontrak utama New York, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) light sweet untuk pengiriman Agustus, turun 26 sen menjadi USD100,98 per barel pada perdagangan pagi. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk Agustus, turun 14 sen menjadi USD105,40.
Pasar AS ditutup untuk liburan Hari Kemerdekaan pada Kamis (4/7/2013). "Perdagangan melambat hari ini karena investor melihat data pekerjaan AS pada Jumat, sebagai tanda-tanda mungkin stimulus mulai meruncing," kata Kelly Teoh, ahli strategi pasar IG Markets Singapura, seperti dilansir dari AFP, Jumat (5/7/2013).
Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan, klaim baru asuransi pengangguran, sinyal dari laju PHK jatuh ke 343.000 dalam pekan yang berakhir Jumat lalu, 5.000 di bawah pekan sebelumnya.
Berita tersebut menunjuk ke arah hasil positif dan lebih luas angka non-farm payrolls. Hasil yang kuat sebagai sinyal kenaikan ekonomi AS yang juga bisa menjadi tanda Fed akan mulai menurunkan skema USD85-miliar bulanan lebih awal pada pembelian obligasi.
Risiko kerusuhan berkepanjangan di Mesir setelah penggulingan Presiden Mohamed Morsi terus mendukung harga. Kepala hakim negara Adly Mansour dilantik sebagai presiden sementara.
"Investor terus mengawasi situasi di Mesir, tetapi tampaknya tidak ada hukuman apapun bagi mereka untuk mendorong keuntungan pada hari-hari sebelumnya," ujar Teoh.
Meskipun bukan eksportir minyak mentah utama, Mesir adalah jalur pengiriman penting, yaitu Terusan Suez dan jalur pipa penghubung.
(dmd)
Lihat Juga :