Chatib minta Bea Cukai tak cari alasan soal dwelling time
Selasa, 09 Juli 2013 - 12:51 WIB
Chatib minta Bea Cukai tak cari alasan soal dwelling time
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Keuangan (Menkeu), M Chatib Basri meminta seluruh jajaran Direktorat Jenderal Bea Cukai tidak mencari-cari alasan soal dwelling time.
Hal tersebut dikatakan Chatib dalam menanggapi pernyataan Dirjen Bea Cukai, Agung Kuswandono terkait permasalahan infrastruktur di Pelabuhan Tanjung Priok berupa 40 Tempat penampungan Sementara (TPS) yang menghambat proses bongkar muat barang.
"Jadi saya enggak mau begitu. Ini semua kita tangani sama-sama, Bea Cukai juga punya kontribusi. Karena itu, saya bilang sama teman-teman kita harus perbaiki. Jangan State of Denial (mencari alasan) lah. Masalahnya diselesaikan bukan dengan persoalannya, bukan di kita. Ini tidak baik," ujarnya di gedung DPR, Jakarta, Selasa (9/7/2013).
Chatib mengakui, infrastruktur merupakan permasalahan utama, namun tahapan awal pemeriksaan (pre clearance) yang menjadi pekerjaan Ditjen Bea Cukai juga penting. "Kalau saya cari, mana sumber kesalahan itu sama saja mencari kesempatan untuk tidak mengakui salah saya," ujarnya.
Dia mengimbau jajarannya untuk mengakui kesalahan sebagai awal langkah reformasi birokrasi, lalu selanjutnya memikirkan langkah berikutnya.
"Bagaimana kalau dokumen itu dibuat pre clearance, jadi dibuat dari awal sudah disiapkan dan enggak makan waktu terlalu lama waktu custom (pemeriksaan Bea Cukai). Ini kemarin kita sudah bicarakan," jelas Chatib
Sehingga, lanjut Chatib, terciptalah sebuah pemecahan masalah yang sifatnya konstruktif. "Kalau begini kan sifatnya konstruktif ketimbang menyalahkan orang," pungkas dia.
Hal tersebut dikatakan Chatib dalam menanggapi pernyataan Dirjen Bea Cukai, Agung Kuswandono terkait permasalahan infrastruktur di Pelabuhan Tanjung Priok berupa 40 Tempat penampungan Sementara (TPS) yang menghambat proses bongkar muat barang.
"Jadi saya enggak mau begitu. Ini semua kita tangani sama-sama, Bea Cukai juga punya kontribusi. Karena itu, saya bilang sama teman-teman kita harus perbaiki. Jangan State of Denial (mencari alasan) lah. Masalahnya diselesaikan bukan dengan persoalannya, bukan di kita. Ini tidak baik," ujarnya di gedung DPR, Jakarta, Selasa (9/7/2013).
Chatib mengakui, infrastruktur merupakan permasalahan utama, namun tahapan awal pemeriksaan (pre clearance) yang menjadi pekerjaan Ditjen Bea Cukai juga penting. "Kalau saya cari, mana sumber kesalahan itu sama saja mencari kesempatan untuk tidak mengakui salah saya," ujarnya.
Dia mengimbau jajarannya untuk mengakui kesalahan sebagai awal langkah reformasi birokrasi, lalu selanjutnya memikirkan langkah berikutnya.
"Bagaimana kalau dokumen itu dibuat pre clearance, jadi dibuat dari awal sudah disiapkan dan enggak makan waktu terlalu lama waktu custom (pemeriksaan Bea Cukai). Ini kemarin kita sudah bicarakan," jelas Chatib
Sehingga, lanjut Chatib, terciptalah sebuah pemecahan masalah yang sifatnya konstruktif. "Kalau begini kan sifatnya konstruktif ketimbang menyalahkan orang," pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :